Kepala Desa Bilepora Rebba Banyak Bersyukur, Karena Pilkades Tahun Ini Akan Diselenggarakan Secara T

oleh -80 Dilihat

Kepala Desa Bilepora Rebba Banyak Bersyukur, Karena Pilkades Tahun Ini Akan Diselenggarakan Secara Tunggal Didesanya

Sumenep, Suarainidonesia-news.com –                “Tak mudah menjadi pemimpin yang sukses disebuah desa, karena pemimpin masa kini harus berani membumi, menjadi pesuruh rakyat dan harus banyak mengabdi untuk masyarakat di desa yang dipimpinnya”.

                Berani berbuat berarti berani bertanggung jawab, berani mencalonkan sebagai Kepala Desa berarti harus mau menjadi budak masyarakatnya. Begitulah sepatah dua patah kata yang diaungkapkan oleh Moh. Sarraf, SH.i sebagai Kepala Desa Bilepora Rebba yang saat ini sudah selesai masa tugasnya selama satu periode terhitung sejak tanggal 27 Maret 2013 pekan lalu.

                Menjadi Kepala Desa Bilepora Rebba selama satu periode yakni sejak dilantik pada tanggal 27 Maret 2007 silam atau selama 6 tahun dirasa begitu cepat, padahal Sarraf sendiri merasa belum banyak berbuat untuk warganya, di periode kedua ini Sarraf bertekad untuk berbuat dan mengabdi pada warga dan desanya.

                Untuk periode kedua tahun 2013 ini, Moh. Sarraf mengaku akan mencalonkan diri bersama istrinya Ny. Sunaira, ”alhamdulillah untuk periode kedua ini tidak ada yang menyaingi saya di Pilkades Desa Bilepora Rebba, mungkin ini terjadi berkat do’a masyarakat dan pengabdian yang saya lakukan selama 6 tahun pada masyarakat”.

                Bukannya panitia Pilkades Desa Bilepora Rebba tidak membuka kesempatan yang seluas-luasnya pada masyarakat  Desa Bilepora Rebba bagi yang ingin mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Bilepora Rebba, namun hingga menjelang penutupun tidak ada satupun warga Desa Bilepora Rebba yang mendaftar. Akhirnya sarraf berinisiatif untuk mencalonkan diri bersama keluarganya Ny. Sunaira.

                Adapun Warga Desa Bilepora Rebba dengan hak pilih di Pilakdes Desa Bilepora Rebba yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Mei 2013 mendatang sebanyak 3741 orang, dengan anggaran dana perkepala sebesar 16 ribu rupiah atau dengan total sebesar 60 juta rupiah.

                Untuk Periode kedua ini, Sarraf mengaku akan menyelesaikan pengadiannya pada masyarakat lebih maksimal dan akan merampungkan program-program pembangun desa yang belum kelar pada periode pertama. Pada periode pertama untuk pembangunan Infrastruktur sekitar 90% berupa pembangunan jalan makadam telah rampung, dan yang 60%-nya berupa pengaspalan jalan telah terselesaikan.

                Sarraf bertekad untuk periode kedua ini, semua pembangunan infrastruktur rampung semua hingga mencapai 100%, hanya saja ada salah satu kendala klasik, yakni pembangunan Jembatan penghubung dari Dusun Daja Songai menuju Dusun Taman dengan P×L 23×3 meter, jembatan tersebut membutuhkan dana sekitar 350 juta, namun ketika diajukan ke Bupati Sumenep katanya tidak ada untuk anggaran sebesar itu, jikapun ada kasihan pada desa yang lain yang juga sama-sama membuthkan bantuan. Sarraf sendiri mengaku bingung harus diajukan kemana untuk pembangunan jembatan penghubung tersebut, sarraf berharap nantinya akan ada dana Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun dana dari Pemerintah Pusat untuk akses pembangun jembatan tersebut.

                Sarraf mengaku, pada saat dirinya menjabat Kepala Desa di periode pertama telah banyak program dari Pemerintah Provinsi dan Pusat yang menyentuh ke Desanya, hanya saja program-program tersebut bukan untuk pembangun jembatan, melainkan untuk pembangunan infrastruktur yang lain, semisal pengaspalan dan pembangunan jalan makadam.

                Ketika ditanya oleh media ini resep menjadi Kepala Desa yang sukses hingga tidak ada lawan politik dalam pelaksanaan Pilkedes di ajang Kedua? Sarraf hanya tersenyum dan membuat media ini sedikit bingung mengertikan senyumannya tersebut. Dengan nada lugas Sarraf menjawab, kunci sukses menjadi Kepala Desa, yakni berikan senyuman dan pelayanan yang baik pada warganya, jalin silaturrahim dan komunikasi yang baik dengan warganya. Buat warganya merasa aman dan nyaman, dampingi mereka dikala susah, buat mereka keluar dari keterpurukan pendidikan dan kesahatan.

                Memang mudah diucapkan sulit diterapkan, namun ketika ada upaya yang maksimal maka tidak ada yang tak mungkin. Lakukanlah dengan niat ibadah, dan mengabdilah dengan tulus pada warganya. Maka Insyaallah akan menjadi jaminan masa depan Kepala Desa dan Desa yang pimpinnya.

                Media inipun melanjutkan pertanyaan kepada Sarraf terkait dengan suka dukanya menjadi Kepala Desa? Dengan nada santai Sarraf menjawab, sukanya ketika dapat program karena dapat membangun desa yang di pimpinnya. Sedangkan dukanya banyak, yakni salah satunya terkait dengan pelayanan 24 jam bagi Kepala Desa untuk Warganya.

Sarraf menceritakan, ketika ada warganya yang sakit pada tengah malam, mau tidak mau dirinya harus mengantarkannya kerumah sakit meski kondisinya sangat payah. Kalau pejabat yang lain tidak begitu, pelayanan pada masyarakat jamnya jelas, yakni dari jam 07.00 WIB sampai 03.30 WIB. Sedangkan kalau Kepala Desa melayani masyarakat 24 jam dengan honor yang minim. Sarraf berharap pengalamannya tersebut akan menjadi cermin bagi teman-teman seperjuangannya, dan bagi Masyarakat yang baru akan mencalonkan sebagai kepala Desa.

Reporter : sin

 

               

Tinggalkan Balasan