Kementerian PU-PERA Akan Kembalikan Icon Pariwisata Ternate Melalui Lanjutan Penataan Fort Orange

Reporter: Ipul

Ternate Malut, Jumat (02/3/2017) Suaraindonesia-news.com – Rombongan Kementrian PU PERA melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) dan Direktorat Bina Penataan Bangunan, Rabu (01/02) melakukan kunjungan kerjanya ke situs cagar budaya Fort Oranje yang berada di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah.

Didampingi Walikota Ternate, Burhan Abdurahman, Wakil Walikota, Abdullah Tahir dan Direktur Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarial serta Kepala SKPD terkait, rombongan Kementrian PU PERA melihat secara langsung kondisi Fort Oranje pasca pembersihan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Kepada Suaraindonesia-news usai peninjauan, Kepala Pusat Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementrian PU-PR Boby Prabowo menjelaskan, kehadiran pihaknya guna melihat secara lansung kondisi Fort Oranje termasuk sejarahnya untuk di disain melalui masterplan tarkait apa saja yang akan di bangun.

“Intinya kita akan mengembalikan warisan sejarah kota Ternate dalam hal ini Fort Oranje agar kembali seperti aslinya dan tentunya bersinergi dengan Pemkot Ternate,” ungkapnya.

Ditambahkan Boby, saat ini semuanya telah dimulai lagi setelah tertahan di tahun 2016 lalu karena miss komunikasi.

“Kita mengira belum dilakukan pembebasan lahan, ternyata kurang informasi saja dan di lapangan semuanya sudah beres dan kita coba lagi di tahun ini bersama-sama tim Penataan Bangunan dan Lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kasi Wilayah II, Direktorat Bina Penataan Bangunan Kementrian PU-PERA Putri Intan Suri mengatakan, pihaknya akan melakukan penataan Fort Oranje melalui Satkernya, untuk itu kedatangan timnya guna mengecek, item mana saja yang akan dikerjakan pihaknya di tahun ini.

“Ini pekerjaan lanjutan karena kita sudah berapa kali masuk ke sini, jadi kita lihat kalau Pemdanya sudah melakukan pembersihan baru kita mulai lagi penataannya,” katanya.

Ditambahkan Putri, dari hasil amatan yang dilakukan pihaknya akan melakukan pembenahan di sisi belakang Fort Oranje.

“Kita belum bisa memastikan berapa estimasi anggarannya karena masih di ukur dulu, yang pasti Landscape tamannya kita yang tangani,” tutupnya.

Walikota Ternate, Burhan Abdurahman pada kesempatan itu juga mengatakan, benteng yang ada sekarang ini pembangunannya melalui APBN 2017 dan APBD 2017, sehingga masterplan yang ada nanti bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Untuk APBD tahun 2017 ditampung sebanyak Rp1,5 miliar. Nanti juga terdapat ruang publik yang mengelilingi benteng, sehingga tentu memerlukan biaya yang cukup besar. Akan tetapi ini menjadi fokus pihak Kementerian sehingga bisa cepat selesai dan masyarakat bisa ikut menjaganya sebagai Icon pariwisata kota Ternate,’’ ucapnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here