Kemensos Berikan Bantuan Stimulan RSIA UMMI Bogor Senilai Rp 77 juta

oleh -23 views

Bogor, SuaraIndonesia-News.Com – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan stimulan senilai Rp 77 juta sebagai bentuk apresiasi kepada Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) UMMI Bogor yang telah berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat ekonomi bawah.

Bantuan tersebut berupa pembagian alat bantu dengar, kursi roda, kaki palsu, dan operasi katarak serta pembagian sembako yang diberikan langsung kepada 100 warga sekitar rumah sakit khususnya dan warga Kota Bogor umumnya.

“Saya memberikan apresiasi kepada RSIA UMMI di usia satu tahun ini,yang sudah memberikan berkontribusi yang luar biasa dengan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis untuk masyarakat miskin. Seperti halnya, operasi katarak yang tadi disebutkan angkanya mencapai 150 orang, bahkan berupaya masih mencari kembali yang mau diberikan pelayanan kesehatan tersebut,” kata Menteri Sosial Salim Assegaf Al Jufri usai menghadiri acara Milad ke-1 RSIA UMMI , di Jalan Empang , Kota Bogor,beberapa waktu yang lalu

Menteri Sosial pun berharap akan semakin bertambah jumlah rumah sakit seperti RSIA UMMI yang melakukan kegiatan bakti sosial untuk masyarakat kalangan ekonomi bawah. Sebab kata dia, hal ini bisa membuat pelayanan kesehatan akan terjadi akselerasi penanganan kesehatan di Indonesia ini.

Menteri sosial juga memberi bantuan ini sebagai bentuk keikutsertaan dari Kementerian Sosial. “Yang diberikan Kementerian Sosial sebagai stimulan untuk operasi katarak bagi warga yang tidak mampu, alat bantu pendengar supaya mereka mampu mendengar, dan kursi roda serta apa saja yang diinginkan RSIA UMMI untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kurang beruntung,” tuturnya.

Sementara itu, Dirum RSIA UMMI, DR Ahmad Shahab mengatakan, di usia rumah sakit yang baru menginjak satu tahun ini,pihaknya tetap harus bersyukur. Memang diakuinya banyak hal yang harus perlu diperjuangkan ke depannya.

“Kedepan harapannya rumah sakit ini lebih dikenal, pelayanan responsife, profesional dan merasa memiliki tanggung jawab untuk melakukan kegiatan bakti sosial untuk masyarakat tidak mampu. Karena hal ini bagian dari ibadah yang dilandasi keikhlasan,” pungkasnya. (Iran G Hasibuan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *