Kemenag Lumajang Klaim Kasus 16 CJH yang Gagal Berangkat Selesai

Sejumlah CJH saat sebelum diberangkatkan

LUMAJANG, Kamis (09/08/2018) suaraindonesia-news.com – Persoalan 16 Calon Jemaah Haji (CJH) Kelompok Terbang (Kloter) 31 dan 32 asal Lumajang yang dilarang terbang oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Haromain karena terbukti melakukan rekayasa dokumen, menurut Humas Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, telah selesai.

Ketika sejumlah media ingin menemui Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, oleh pihak Humas Kemenag dihadang dan diminta untuk datang lain waktu, sebab masih ada tamu dari Irjen Kemenag RI.

Yang menjadi pertanyaan dari sejumlah media adalah kelanjutan dari persoalan 16 CJH tersebut seperti apa? Siapa nama Ketua KBIH nya? Informasi ini yang belum diterima sejumlah media yang ada dinaungan KOMunitas Pers Independen (KOMPI) Lumajang.

“Persoalan ini sudah selesai mas, sebelumnya ada JTV, TVone, Indosiar, Jawa Pos dan lain-lain. Jadi tidak usah dibahas lagi mas,” kata Staf Humas Kemenag Kabupaten Lumajang, Heri saat ditanya awak media.

Kecewa dan tidak puas dengan jawaban dari pihak Kemenag, sejumlah media meninggalkan kantor Kemenag dan terus menggali informasi terbaru dari pihak-pihak terkait lainnya.

Kasi Pennas Kemenag Kabupaten Lumajang, Choiri juga menegaskan kalau persoalan itu sudah selesai.

Dari berita sebelumnya yang ditayangkan sejumlah media lokal dan nasional lainnya, saat ini, Kemenag Jatim tengah menyelidiki seberapa jauh keterlibatan KBIH sehingga melakukan Pemufakatan jahat bersama 16 CJH.

Baca Juga: TMMD 102 Lumajang, Over Prestasi dan Lampaui Target Yang Ditentukan 

Kemenag Jatim menduga bahwa telah ada indikasi terjadi perbuatan pidana dalam kasus Lumajang ini.

Dalam rilis resmi yang diberikan Kemenag Jatim, beberapa waktu yang lalu, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, H Muhammad menyebut pemalsuan dokumen itu terungkap berdasarkan pengaduan masyarakat tentang adanya rekayasa data dan berkas CJH penggabungan dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

Dari informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan verifikasi ulang data dengan memanggil pengurus KBIH Al Haromain tersebut.

Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi dari KBIH yang dimaksud.

Dari pertemuan tersebut, pengurus KBIH mengaku telah membantu merekayasa data. Setelah diberikan pembinaan, 16 CJH itu akhirnya bersedia menunda keberangkatan.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim, Faridul Ilmi yang dikutip dari media online nasional mengaku sudah mendapat laporan dari Kemenag Lumajang.

Sementara itu, Faridul menyerahkan kasus pemalsuan dokumen itu kepada Kemenag pusat.

“Tentu KBIH akan kena sanksi. Apakah peringatan, pembekuan, atau sampai pada pencabutan izin KBIH,” kata Faridul.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here