Kembangkan Kelautan, Perguruan Tinggi Miliki Peran Strategis

oleh -9 views

Reporter: Cahya

Surabaya, Rabu (9/11/2016) suaraindonesia-news.com – Dalam enam tahun terakhir, jumlah penduduk di dunia bertambah satu miliar, dari tujuh miliar di tahun 2011 menjadi delapan miliar di tahun 2017. Populasi tersebut ditaksir akan mencapai 13 miliar pada kisaran tahun 2021 mendatang. Pertumbuhan penduduk tersebut dibarengi dengan menipisnya energi di bumi. Akibatnya, tiap 2.1 detik, satu anak meninggal dunia karena kelangkaan pangan dan air.

Itulah yang disampaikan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Dr. Didit Herdiawan MPA, MBA pada kuliah umum “Ketahanan Pangan Maritim dan Daya Saing Bangsa” di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Universitas Airlangga, Selasa (8/11). Ia berbicara tentang potensi, tantangan, dan pemanfaatan yang dimiliki Indonesia sebagai negara agraris sekaligus negara maritim.

Indonesia memiliki beragam potensi, baik potensi di darat maupun di laut. Sekitar dua per tiga luas wilayah Indonesia adalah perairan yang memiliki potensi berlimpah. Dengan potensi yang melimpah itu, kedaulatan pangan dapat diwujudkan melalui pendekatan potensi laut. “Laut dapat menjadi instrumen ketahanan dan kedaulatan pangan,” kata Didit.

Namun masalahnya, permintaan pangan di Indonesia melebihi kemampuan produksi. Hal tersebut disebabkan pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya beli, dan perubahan selera yang dimiliki masyarakat. Untuk mengatasi segala permasalahan tersebut, Indonesia mesti menjadi negara yang mandiri, konsisten, dan terbuka dengan perkembangan yang ada.

Masalahnya, pemerintah Indonesia masih berfokus pada budidaya dan penangkapan ikan. Padahal, banyak hasil laut yang dapat kita gali dan manfaatkan, seperti pariwisata bahari, pertambangan dan energi, perhubungan laut, industri maritim, dan pelabuhan.
“Pemanfaatan potensi laut masih terkendala, sebab hanya terfokus pada pengelolaan ikan. Apalagi, pengelolaan tersebut dilakukan secara tradisional,” ujar Didit.

Ditambah, potensi tersebut masih terkendala tingginya biaya pengelolaan dan minimnya penggunaan teknologi. Untuk itu, sumber daya manusia di Indonesia mesti bersiap untuk mengelola potensi bahari itu.

Dosen di perguruan tinggi, khususnya UNAIR, memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM terpelajar di Indonesia. Dosen yang berkualitas akan melahirkan lulusan yang berkualitas berdaya saing global.

“UNAIR berada di kota maritim, diharapkan mampu menjadi pelopor dalam memberikan kontribusi keilmuan terhadap kedaulatan pangan maritim. Kualitas SDM UNAIR tidak hanya dituntut kecerdasan semata, perlu diimbangi dengan penguatan mental ideologi cinta tanah air dan nasionalisme untuk mewujudkan Indonesia yang berdaya saing tinggi,” pungkas Didit. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *