BeritaKesehatanNewsPemerintahan

Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan IGD RSUD Sumenep yang Cepat dan Komunikatif

41
×

Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan IGD RSUD Sumenep yang Cepat dan Komunikatif

Sebarkan artikel ini
IMG 20250206 211955
Foto: Tampak Depan RSUD Mohammad Anwar Sumenep. (Foto: Ari/Suara Indonesia).

SUMENEP, Senin (13/04) suaraindonesia-news.com – Pelayanan cepat dan komunikatif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi kebutuhan utama dalam dunia kesehatan, mengingat setiap detik dapat menentukan keselamatan pasien. Hal ini mulai dirasakan oleh sejumlah masyarakat yang mendapatkan layanan di RSUD Sumenep.

Sejumlah keluarga pasien mengaku mengalami perbedaan dalam kualitas pelayanan, khususnya terkait kecepatan penanganan serta komunikasi tenaga medis yang dinilai lebih jelas dan menenangkan.

Asmania, salah satu keluarga pasien, mengungkapkan pengalamannya saat mendampingi anggota keluarganya di IGD. Ia menilai pelayanan yang diberikan petugas berjalan sigap dan informatif di tengah situasi darurat.

“Alhamdulillah, pelayanannya sangat baik. Petugasnya cepat dan selalu memberikan penjelasan yang jelas kepada kami. Kami jadi tidak bingung,” ujarnya.

Menurutnya, aspek komunikasi menjadi hal yang paling dirasakan selain tindakan medis yang diberikan.

“Kami tidak hanya dilayani, tapi juga ditenangkan. Itu yang penting saat kondisi darurat,” tambahnya.

Pengalaman serupa disampaikan SR, keluarga pasien kritis asal Kecamatan Rubaru. Ia membandingkan pelayanan yang diterima di RSUD Sumenep dengan pengalaman sebelumnya di fasilitas kesehatan lain.

“Kami seperti tidak punya arah. Untuk koordinasi saja sulit, kami dibiarkan terlunta-lunta,” ungkapnya.

Namun, setelah dirujuk ke RSUD Sumenep, ia merasakan pelayanan yang lebih terstruktur dan komunikatif.

“Alhamdulillah, sekarang kondisi keluarga saya di ICU sudah mulai membaik. Kami merasa lebih tenang karena semuanya jelas dan tidak membingungkan,” tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh opini yang belum tentu sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Lebih baik melihat langsung dan merasakan sendiri. Karena saat kondisi genting, yang dibutuhkan adalah pelayanan nyata, bukan sekadar cerita,” tegasnya.

Selain aspek pelayanan medis, penerapan aturan seperti pembatasan kunjungan, pengaturan penunggu, serta kawasan tanpa rokok juga dinilai sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pasien.

Pengalaman sejumlah keluarga pasien tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada sistem yang tertata serta komunikasi yang humanis. Kombinasi antara kecepatan, ketepatan, dan kepedulian dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Dalam situasi darurat, masyarakat membutuhkan pelayanan yang siap, jelas, dan responsif. Pengalaman ini menjadi gambaran bahwa kualitas pelayanan kesehatan dapat dirasakan langsung melalui pelayanan yang diberikan di lapangan.

Tinggalkan Balasan