LUMAJANG, Jumat (22/3) suaraindonesia-news.com – Ada 2 anggota Polri yang nantinya mengamankan 20 TPS.
“Ini pola yang kami buat, jadi dengan adanya satgas keamanan desa (SKD) akan sangat membantu,” kata Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban kepada awak media, Jumat (22/3) pagi.
Kapolres Lumajang menyatakan kalau ada sekitar total 3.281 TPS se Kabupaten Lumajang.
“Jumlah personil pengamanan Polri 503 dan TNI 300 personil, kelurangan personil yang ada akan di back up satgas pengamanan desa tersebut,” jelasnya.
Kerawanan wilayah Lumajang, menurut Kapolres, yaitu kerawaan masalah geografis, ada beberapa desa yang tidak tercover sinyal handphone, sehingga bila ada masalah akan lambat penangannya.
“Tapi dengan adanya SKD yang dilengkapi HT, akan sangat membantu petugas pengamanan,” bebernya.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq atau yang akrab dipanggil Cak Thoriq, saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu tahun 2019, di Stadion Semeru Kabupaten Lumajang, mengatakan jika Apel Gelar Pasukan Penfamanan Pemilu 2019 bertemakan “Tingkatkan Sinergiritas TNI – Polri dengan Komponen Bangsa lainnya guna Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri) yang Kondusif”.
Dari pantauan media, Apel tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban didampingi Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Inf Ahmad Fauzi.
Dalam amanatnya, Komandan Kodim 0821 membacakan sambutan tertulis Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI, Wiranto. Pada intinya, pemilu 2019 merupakan pesta demokrasi yang dilakukan serentak oleh Bangsa Indonesia. Sukses tidaknya pesta demokrasi tergantung pada perangkat pemilu serta peran serta masyarakat.
Hal itu, dapat dijadikan kesempatan berharga untuk memilih calon legslatif yang akan mewakili penyampaian aspirasi rakyat dan kesempatan secara langsung memilih pemimpin Nasional.
“Pesta demokrasi bukanlah ajang untuk membenturkan pemimpin, melainkan memilih pemimpin nasional yang nantinya akan membawa Indonesia ke masa yang lebh baik,” jelasnya.
Lebih jauh, dijelaskan bahwa Apel gelar pasukan ini dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia, pada apel gelar pasukan tahun 2019 ini jumlah total 453.133 orang dan untuk Kabupaten Lumajang sendiri berjumlah 700 orang, didudukung dengan kekuatan alutsista sesuai dengan potensi kerawanan yang ada jumlah kekuatan TNI – Polri ini cukup besar, agar menciptakan keamanan yang terintegritas.
Dandim berpesan agar selalu menjalin sinergitas antar unsur Pemerintah, TNI – Polri dan seluru komponen masyarakat, segera kenali dan temukan serta netralisir potensi kerawanan yang bisa menggangu pelaksanaan pemilu serentak.
“Tindak tegas sesuai aturan hukum kepada pihak yang mencoba menggangu kelancaran pemilu serentak. Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut menenangkan masyarakat agar tudak resah dengan berita – berita Hoax,” pesannya.
Usai melaksanakan apel gelar pasukan, Bupati Lumajang, Kapolres dan Dandim menyerahkan secara simbolis alat komonukisai / HT kepada Forkopimca Kecamatan Kunir. Setelah itu, dilanjutkan dengan menyaksikan pelaksanaan simulasi pengamanan pemilu oleh gabungan TNI POLRI dan Pemerintah Kabupaten Lumajang di Halaman Parkir Stadion Semeru.
Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Imam












