Kekecewaan Petani Tentang Masalah Krisis Air Tak Teratasi

oleh -44 Dilihat
petani yang kecewa masalah air

Jember, SuaraIndonesia-News.Com – Musim kemarau memang berdampak langsung bagi para petani. Mereka di buat pusing dengan krisis kekurangan air yang berdampak bagi tanaman. Sejak bulan Juli lalu banyak lahan pertanian (sawah) yang sekarang di tanami jagung dan tembakau kekurangan air. Para petani sempat menyampaikan masalah ini ke pihak Desa namun tidak ada tindak lanjut yang berarti.

Saat di temui di rumah salah satu warga, Mispan (40) warga Dusun Krajan Desa Sumber Pinang Pakusari para petani berkumpul dan mengeluh. Mereka sudah berkali-kali menyampaikan uneg-uneg terkait masalah krisis air untuk mengaliri sawah-sawah mereka baik kepada Ulu-ulu Air, Ketua HIPPA bahkan kepada Kepala Desa Sumber Pinang, namun belum ada tindakan yang berarti.

Miswan mengatakan, “ untuk Dusun Krajan Ulu-ulu Air hanya satu orang mas, ini sangat kurang. Dengan luas kurang lebih 94 ha lawan sawah seharusnya ada penambahan Ulu-ulu Air missal dua atau tiga orang, “ katanya.

Masih kata Miswan, “ Dusun Jatian masalah air tidak ada persoalan walaupun satu desa dengan Dusun Krajan yakni Desa Sumber Pinang, semuanya lancar meski hanya satu Ulu-ulu Airnya. Bisa di kalkulasi di Dusun Krajan hanya teraliri air sekitar 40%, disinilah masalahnya mas, “ ucapnya.

Petani lain Aris (42) warga Dusun Krajan mengaku sampai menjual sepeda motornya agar dapat mengaliri tanamannya dengan membeli pompa air.

“ Saya pribadi menjual sepeda motor mas, untuk membeli pompa air agar bisa mengaliri tanaman tambakau dan jagung, tapi ya habis mas hasil penjualan tertutup biaya operasional yang besar. Kalo seperti ini terus gimana nasib anak istri mas, “ jelasnya di amini pak Supsil dan Muhamad petani lainnya.

Para petani meminta agar Ulu-ulu Air yang ada di Dusun Krajan Desa Sumber Pinang agar ditambah untuk kelancaran aliran air bagi lahan yang sedang ditanami tembakau dan jagung. Jika tidak mereka khawatir tanaman jagung dan tembakau yang mulai mengerut akan mati jika tetap tidak mendapat aliran air.

Sementara itu Ulu ulu Air Dusun Krajan Sugik saat akan diklarifikasi di rumahnya tidak ada di tempat, sedangkan Ketua HIPPA Desa Sumber Pinang Candra yang rumahnya bersebelahan dengan Sugik juga sedang keluar. Kepala Desa Sumber Pinang Misyono juga tidak berhasil di temui.

Reporter : BP/dik

Tinggalkan Balasan