Kedinginan,  32 Pendaki  Di Puncak Panderman Dievakuasi

Kota  Batu, Suara Indonesia-News.Com – Sebanyak 32 pendaki dari  puncak Gunung Panderman dan Gunung Butak. Minggu Malam (15/11/2015)  dievakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Batu  bersama masyarakat dusun Toyomerto desa Pesanggrahan  kota Batu.

Ke 32 pendaki itu di evakuasi lantaran, dua pendakinya mengalami sakit hypothermia akut atau kedinginan berat. Untuk menghindari  sesuatu hal yang tidak diinginkan.  BPBD kota Batu melakukan langkah untuk mengevakuasi seluruh pendaki.

Satu pendaki  bernama Yusro dari SMK Telkom Malang mengalami hypothermia akut. Sementara  Satu pendaki dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bernama Lucky kakinya terkilir hingga tidak bisa berjalan kaki sementara waktu.

Achmad Choirur Rochim, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu mengatakan semua pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat. Setelah pihaknya melakukan pencarian kurang lebih 4 jam,

“BPBD bersama-sama dengan warga setempat dan seluruh potensi yang ada di Kota Batu berhasil mengevakuasi seluruh pendaki dengan selamat pada hari Senin (16/11) sekitar pukul 01.30 dini hari,” terang Rochim saat ditemui, Senin (16/11/2015)

Rochim menerangkan kondisi Yusron sudah melewati kondisi kritis, kesehatannya berangsur-angsur normal dalam pengawasan tim medis RSI Unisma.

Ia menerangkan ke-32 pendaki ini berangkat melakukan pendakian pada hari Sabtu (14/11). Mereka berasal dari 2 kelompok yang berbeda, satu kelompok merupakan gabungan pendaki gunung dari Mahasiswa di Surabaya dan Malang.

Sembilan pendaki merupakan Mahasiswa Unair Surabaya, 2 pendaki merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya, 1 pendaki dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 1 pendaki dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya, 1 pendaki dari Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya dan 3 orang pendaki lainnya merupakan teman Rizal mahasiswa dari Unair.

Sementara kelompok yang lain merupakan kelompok dari SMK Telkom Malang yang berjumlah 15 orang. Mereka melakukan pendakian melalui jalur pendakian di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan.

Dua kelompok ini bertemu di puncak Panderman dan mendirikan camp hingga hari Minggu (15/11/2015). Beberapa pendaki memang pulang terlebih dahulu, namun 32 pendaki ini pulang dalam posisi beriring-iringan.

Hingga akhirnya sekitar pukul 16.00, dua orang pendaki turun terlebih dahulu dan melaporkan di pos pendakian di Dusun Toyomerto bahwa ada pendaki yang sakit dan perlu dilakukan evakuasi. BPBD kota Batu langsung  melakukan proses evakuasi

Rochim  juga meminta kepada para pendaki,  untuk melaporkan sebelum melakukan pendakian kepada  jaga portal.  Selain itu para pendaki hendaknya membawa alat komunikasi HT dan memberikan frekwensi HT.

“Membawa alat komunikasi itu penting, sehingga jika ada kondisi darurat bisa segera diketahui petugas dan dilakukan penanganan,” jelas Rochim. (adi Wiyono).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here