Kecewa Pelaksanaan Audensi, LSM Gulingkan Meja Dinas PU Bina Marga

Reporter : Nora/Luluk

Sampang, Kamis 22/09/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Karena kecewa dalam pelaksanaan audensi tidak ditemui langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) PU Bina Marga, sejumlah pemuda yang mengatasnamakan LSM Pusat Informasi dan Advokasi Rakyat (PIAR), menolak melanjutkan audensi, terkait bukti temuan audit BPK-RI, terhadap 8 rekanan atau kontraktor “nakal” yang diduga belum melunasi serta mengembalikan kerugian negara sesuai temuan BPK.

Dalam audensi tersebut, Kepala Bidang Pemeliharaan, Ach Fauzi yang didampingi beberapa kepala seksi (Kasi) kantor Dinas PU Bina Marga, tidak menampik adanya temuan BPK-RI, terhadap 8 rekanan nakal.

“Memang temuan BPK-RI ada di bagian saya, tapi semuanya sudah dicicil untuk dilunasi, bahkan setiap akhir bulan kita selalu mengingatkan rekanan,” kata Ach Fauzi di depan LSM Piar, Kamis (22/9/2016).

Belum sempat menjelaskan secara rinci, mendadak meja audens digulingkan hingga membuat suasana tegang. Hamid selaku korlap audensi mengaku kecewa lantaran surat audensi yang sebelumnya ditujukan kepada Moh Zis selaku kepala dinas PU Bina Marga.

Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir. Hanya diwakilkan kepada Kabid dan Kasi. Sehingga, Hamid menilai, audensi tersebut tidak akan menemukan sulusi dan sebatas menjadi bahan tampungan untuk disampaikan kepada pimpinan Dinas PU Bina Marga.

“Kalau kita teruskan audensi ini, ujung-ujungnya hanya akan ditampung. Sebab, pemangku kebijakan yaitu kepala PU Bina Marga tidak di tempat. Padahal surat kami sudah jelas untuk meminta audensi dengan kepala dinasnya,” kata Hamid dengan nada kecewa.

Tak hanya itu, Hamid juga mengancam akan melakukan aksi turun jalan. Jika temuan BPK-RI terhadap 8 kontraktor nakal rekanan Dinas PU Bina Marga Sampang itu belum ada kejelasan untuk mengembalikan kerugian uang negara.

“Katanya ada 4 CV yang sudah melunasi, akan tetapi ketika ditanya mengenai bukti tanda terima pengembalian uang negara sepertinya ditutupi. Jangan salahkan kami jika kasus kerugian negara pengerjaan proyek 8 rekanan nakal ini nanti akan kami bawa ke ranah hukum,” tegasnya.

Usai menggulingkan meja, para pemuda yang mengatasnamakan LSM Piar tersebut membubarkan diri dan meninggalkan kantor Dinas PU Bina Marga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here