ACEH UTARA, Minggu (29/06) suaraindonesia-news.com – Kecelakaan kerja terjadi di sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Jumat malam (27/06/2025). Satu karyawan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), Nasrullah kritis dan terpaksa harus menjalani pewatan intensif di rumah sakit.
Dikabarkan korban merupakan karyawan PKWT yang bertugas sebagai operator di Stasiun Kernel Pabril Kelapa Sawit sedang bekerja lembur dihari libur kerja. Ia terpeleset ke saluran pembuangan limbah air panas tanpa pengaman, sehingga menyebabkan sebelah kaki korban tercebur kedalam air panas yang bersuhu tinggi dan menyebabkan kaki kanannya melepuh dan kritis.
Pasca kejadian korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Melati Lhokseumaweu guna penanganan Medis.
Kepada wartawan suaraindonesia, Managemen perusahan PKS Cot Girek membenarkan insiden tersebut. Sejauh ini Perusahaan bertanggung jawab atas kejadian ini.
Melalui Press rilis yang disampaikan managemen Perusahaan terkait via pesan Whatsapp kepala KTU PKS, Tanzillal menyampaikan, salah satu karyawan Pejanjian Kerja Waktu Tertentunya yang bertugas sedang membersihkan nutten hasil ayakan terpeleset dan jatuh ke dalam parit saluran air panas.
Pihak PKS membantah jika saluran terkait tidak memiliki pengamanan, bahkan parit tersebut telah dipasangkan plat besi penutup saluran. Tentu hal ini bertolak belakang dengan yang disampaikan korban yang mengaku ia tak sengaja terpeleset ke saluran air panas, karena tida memiliki pengaman.
“Pada saluran parit tempat penampungan air panas sudah terpasang penutup dari platbesi,” kata Tanzilal.
Managemen PKS mengaku, setelah kejadian, korban langsung mendapatkan pertolongan pertama di Klinik Cut Meutia Medika Nusantara yang merupakan fasilitas medis rekanan perusahaan. Penanganan dilakukan dengan didampingi oleh tim karyawan dan Asisten Teknik.
“Setelah kembali ke rumah, pihak keluarga memutuskan untuk membawa saudara Nasrullah ke RS Melati Lhokseumawe untuk penanganan medis lanjutan. Pihak Manajemen PKS Cot Girek secara proaktif membantu proses administrasi BPJS Ketenagakerjaan sehingga seluruh biaya pengobatan saudara Nasrullah ditanggung penuh oleh BPJS sesuai hak dan ketentuan yang berlaku,” terangnya.
Manajer PKS Cot Girek, Bapak Basri Usman, telah melakukan kunjungan langsung ke RS Melati kota lhoksumawe untuk menyampaikan dukungan moril kepada saudara Nasrullah dan keluarganya.
“Pihak perusahaan terus memantau kondisi beliau dan berharap agar segera diberikan kesembuhan,” sambung Tanzilal.
Lebih lanjut, Tanzilal menyebut bahwa PTPN IV Regional 6 menegaskan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam untuk peningkatan sistem keselamatan kerja di seluruh unit operasional. Bagaimana dengan Safety Perusahaan, apakah sudah sesuai?
Kini Nasrullah didampingi keluarganya sedang menjali pengobatan intensif di Rumah Sakit Melati, Kota Lhokseumawe.













