KCB : Penggunaan Pakaian Nusantara Masih Rendah

Anggota KCB

Reporter : Adi Wiyono

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Kumunitas Cinta Berkain  (KCB)  menyebut bawah masyarakat Indonesia dalam hal berkain masih rendah. Artinya masyarakat yang berpakian  dengan nilai budaya bangsa sendiri masih  belum maksimal, banyak yang ketertarikan pada budaya barat.

Untuk itu KCB bertekad membantu pemerintah dalam hal mengenakan pakian yang berciri khas budaya bangsa Indonesia.  Selain itu KCB  juga bertekad dalam menciptakan pasar untuk  mempromosikan  produksi  kain dalam negeri ke berbagai Negara di dunia.

stidaknya komunitas yang didirikan sejak  9 maret 2014  hingga kini sudah memiliki cabang  di luar negeri Yakni San Fracisco California, Amerika serikat dan Pert Australia

Ketua umum KCB, Sita Hani Mastuti  saat ditemui usai pembentukan pengurus KCB Malang Raya, di rumah dinas walikota Batu, Minggu (24/1/2016)  mengatakan komunitas ini dibentuk untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap   budaya bangsa dan melestarikan produk kain buatan Indonesia dan meningkatkan kesejasteraan  social

“Keberadaan kami ditengah-tengah masyarakat untuk membantu pemerintah  menciptakan pasar, terutama produksi kain, baik kain batik maupun kain tardisonal dalam hal promosi. Promosi bisa dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri” Kata Sita

Menurut dia, pemakian produk dalam negeri oleh masyarakat sekarang ini masih tergolong rendah. Mereka masih menonjolkan karya bangsa lain, padahal kain batik, pakian jarik, dan sarung tenun itu merupakan karya bangsa sendiri, bila dipakai  akan menjadi kesan tersendiri, nilai budaya bangsa yang begitu tinggi.

“Jangan cinta produk negeri orang, cintailah produk dalam negeri, kita harus memiliki ciri khas tersendiri, bagaimana kita  mengemas berbudaya  sesuai dengan budaya bangsa, salah satunya ya  dilestarikan” kata dia.

Caranya, kata dia, melestarikan , mencintai kembali dan menembah wawasan  akan  pengetahuan  budaya busana nusantara, harus kita pakai  pakian dalam kebiasaan  seharihari.  

Dalam pertemuan tersebut selain sebagai mensosialisasikan cinta budaya melalui busana juga untuk membangun kesadaran masyarakat untuk cinta terhadap produk dalam negeri

Pertemuan yang dihadiri ibu – ibu dari berbagai daerah yang tergabung dalam KCB berkunjung ke kota Batu yang rata-rata umurnya lebih dari 40 tahun itu  di sambut ketua tim penggerak PP kota Batu Dewanti Rumpoko dengan suka cita

Dewanti Rumpoko  yang juga istri walikota Batu Eddy Rumpoko ini menyatakan jika pihaknya akan membentuk kepengurusan KCB Malang raya  yang baru dan eksis

“Siapapun boleh bergabung dalam komunitas cinta berkain Malang raya  ini tanpa membedakan latar belakang dan golongan karena komunitas ini sifatnya  meningkatkan kepedulian masyarakat dalam melestarikan budaya bangsa dan karya bangsa” kata Dewanti

 Ia juga menyatakan jika di bentuknya komunitas ini adalah suatu gerakan moral untuk mengajak masyarakat cinta terhadap tanah air melalui gerakan berbusana dengan mengenakan produk dalam negeri dalam kegiatan sehari – hari.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here