Kawasan Wisata Gunung Banyak Semakin Berwarna

Wisatawan mancanegara di omah kayu gunung banyak Kota Batu

Suara Indonesia-News.Com, Kota Batu – Destinasi wisata di Kota Batu layak sekali diakui Nasional bahkan Dunia, tidak harus dukungan penuh Pemerintah. Pun perorangan bisa berbuat untuk turut serta membuat keindahan panorama Kota Batu, ” ungkap Ussy yang mengaku langsung datang dari Malaysia, di kawasan Omah kayu gunung banyak.  Sabtu (29/03/2015).

Menurutnya, di kawasan elok seperti ini ( gunung banyak) sangat bagus jika dikelola oleh orang daerah ( asli Indonesia), pengelolaan oleh asing akan membuat kecemburuan sosial dan tidak membuat baik warga daerah, ” tandasnya.

Ussy yang semacam LSM Lingkungan di Negaranya menambahkan, pengelolaan oleh warga daerah tentunya didukung oleh sumber daya manusia yang handal, profesional, dan layak serta memenuhi standart. Di sini Ussy mencontohkan,  akses jalan, fasilitas umum, parkir, toilet dan sebagainya perlu penataan dan perawatan maksimal, ” kritiknya.

Bayu Krisna, pengelola kawasan gunung banyak ( omah kayu) mengaku jika usahanya ini semata sebagai wujud warga Kota Batu yang mencintai alam sekitarnya, ” sekarang ini sudah waktunya kita berbuat untuk melestarikan alam sekeliling kita, ” tandasnya

Menurutnya, harga termahal adalah bagaimana kita bisa merawat serta mempertahankan  kelestarian hutan sekitar kita. Karena, kata dia, hutan di Kota Batu ini sangat butuh perhatian orang yang peduli dan tidak merusak alam

Omah Kayu yang digagasnya, kata dia,  merupakan wujud kepeduliannya. Yaitu, wajib bagi penghuni atau penyewa untuk menanam dua (2) batang bibit pohon setiap mereka menyewa, bibit sudah disediakan oleh pengelola, dan penyewa bisa memilih bibit pohon yang akan di tanamnya

Pohon yang sudah disediakan dan wajib ditanam adalah bibit pohon berbatang keras seperti mahoni, trembesi. Dan pohon berwarna seperti pucuk merah, puspo, trengguli yang akan membuat hutan ini semakin lebat dan berwarna nantinya

Pohon itu, kata dia, akan diberi nama si penanam dan itu sudah menjadi hak penanam, artinya, pohon yang dia tanam bisa ditanyakan ke kami dan dilihat dua, lima, bahkan sepuluh tahun kemudian. Secara tidak langsung, kata dia, penyewa omah kayu sudah ikut serta dalam melestarikan dan menjaga alam hutan Kota Batu ini

Bayu menambahkan, dua sampai lima tahun kedepan wisatawan di Batu bisa menikmati panorama gunung berwarna, karena imbuh dia, tiap hari minimal sepuluh pohon telah ditanam oleh penyewa omah kayu yang dikelolanya.  (kurniawan).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here