Kasus Roadshow Diduga Dipetieskan, MCW Datangi Kejaksaan

Akmal Adi Cahyono Koordinator MCW

KOTA BATU, Suara Indonesia-News.Com – Malang Corruption Watch (MCW)  ramai-ramai  Selasa siang (27/10)  mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Batu, di Jalan n Sultan  Agung kota Batu.

Kedatangan MCW  ini untuk menanyakan kelanjutan sejumlah  kasus korupsi  yang hingga saat ini  penangananya belum jelas, termasuk salah satunya adalah kasus roadshow yaang melibatkan beberapa pejabat Pemkot Batu.

Janji Kejari  yang akan memanggil Walikota Batu Eddy Rumpoko untuk dimintai keterangan terkait kasus  rodshow hingga kini tidak jelas, bahkan MCW menilai kasus tersebut sengaja dipetieskan oleh Kejaksaan, karena sungkan,

Akmal Adi Cahyo koordinator, Malang Corruption Watch (MCW) mengatakan bahwa kehadirannya ke kantor Kejari Batu itu  untuk melakukan pertemuan dan membahas sejumlah kasus korupsi yang ada di kota Batu.

“Salah satunya kasus road show  yang melibatkan mantan ketua PHRI kota Batu, U ddy Syaifudin dan Walikota Batu Eddy Rumpoko, yang rencananya akan di panggil oleh Kejari kota Batu, Namun hingga sekarang ini belum dilakukan pemanggilan.” kata Akmal Adi Cahyo Saat ditemui, di Kantor Kejari Kota Batu, (27/10/2015)

Kesedian Walikota Batu untuk di panggil kejaksaan  ternyata tidak di tindak lanjuti oleh kejaksaan negeri Batu. Hal ini  kata dia, terbukti hingga saat ini kasusnya tidak jelas dan mengendap di kejaksaan

Selain itu MCW juga kecewa dengan sikap Kejari kota Batu, dimana rencana pertemuanya yang telah terjadwal dengan kepala Kejari Batu, Sedia Ginting Bata, ternyata yang bersangkutan tidak ada di tempat

Meski gagal  bertemu dengan pihak Kejari Batu,  MCW akan terus meminta kejelasan kepada
Kejari untuk klarifikasi masalah kasus road show  untuk segera memeriksa Walikota Batu Eddy Rumpoko untuk dimintai keterangan terkait  dugaan korupsi dana Roadshow 2014  Ke Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim).

Karena kegiatan roadshow  2014  atau disebut  promosi wisata, Kejari kota Batu yang telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Mantan kepala badan penanaman modal dan perijinan terpadu  (BPMPT)  kota Batu, Syamsul Bakrie,Mantan ketua PHRI Uddy Syaifuddin dan pemilik pemilik event  organizer (EO) rekanan Pemkot Batu berinisial S. sudah selayaknya kasusnya itu dituntaskan.

Ia membeberkan, dengan  penetapan tersangka oleh kejari itu salah satunya  berawal  terbitnya surat  keptusan (SK)  Walikota Batu, nomor 180/236/KEP/422.012/2014 tentang penunjukan kepala BPM untuk melakukan kerja sama dengan PHRI cabang Batu tahun anggaran 2014.

“Karena yang mengeluarkan  SK itu Walikota, mestinya Kejari  segera melakukan pemeriksaan terhadap beliaunya, Kejari tidak usah sungkan-sungkan meskipun ia sebagai pejabat Negara, Sehingga  Kejari  tahu persis  siapa dibalik actor Dugaan korupsi roadshow 2014” kata Akmal.

Lanjut dia,  kalau mengacu pada  hasil audit  BPK , ada anggaran  Rp297,8 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Total anggaran untuk kegiatan promosi pariwisata ke  Kota Samarinda dan Balikpapan mencapai Rp 3,7 miliar.(Adi Wiyono).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here