Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukum

Kasus Perampasan HP Wartawan oleh Oknum Inspektorat, PJ Bupati Deli Serdang Siap Tindaklanjuti

Avatar of Suara Indonesia
×

Kasus Perampasan HP Wartawan oleh Oknum Inspektorat, PJ Bupati Deli Serdang Siap Tindaklanjuti

Sebarkan artikel ini
IMG 20241019 164818
Foto: Oknum Kepala Inspektorat Edwin Nasution saat mau rampas HP milik wartawan dengan keadaan emosi. (Foto: M. Habil Syah/SI).

DELI SERDANG, Sabtu (19/10) suaraindonesia-news.com – Kasus perampasan HP milik wartawan MNC TV, Amiruddin, oleh oknum Inspektur Inspektorat Deli Serdang, Edwin Nasution, menuai perhatian besar. Perselisihan ini terus dikawal oleh sejumlah wartawan gabungan di Deli Serdang. Mereka telah bertemu dengan PJ Bupati Deli Serdang, Wirya Al Rahman, pada Jumat (18/10) usai salat Jumat untuk melaporkan insiden tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, PJ Bupati Deli Serdang Wirya Al Rahman menyatakan sudah mengetahui konflik yang terjadi antara Amiruddin dan Edwin Nasution.

“Udah dame-dame,” ujar Wirya sambil menenangkan Amiruddin.

Ketika ditanya terkait pernyataan Edwin yang sempat mengancam akan menghubungi pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT), Wirya hanya tertawa. Ia juga menegaskan bahwa hasil rekomendasi dari wartawan yang telah menghadap Sekda Citra Efendi Capah akan segera ditindaklanjuti.

“Ia, ia, ditindaklanjuti,” kata Wirya sambil didampingi Sekda Citra Efendi Capah.

Puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan online mengunjungi Kantor Bupati Deli Serdang pada Kamis (17/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka ingin bertemu PJ Bupati Deli Serdang untuk melaporkan insiden perampasan HP oleh Edwin Nasution yang terjadi di depan Kantor Inspektorat Deli Serdang.

Baca Juga :  Soal Pengelolaan PBB, Sekda: “Jangan Main-Main”

Dalam kunjungan tersebut, para wartawan diterima oleh Kepala Dinas Kominfostan, Khairul Azman, yang mengarahkan mereka ke ruang Sekda Citra Efendi Capah untuk melakukan mediasi. Mediasi ini juga dihadiri oleh pihak Inspektorat, termasuk Sekretaris Inspektorat, Maya.

Sekda Citra Efendi Capah mengajak kedua belah pihak untuk menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurut Maya, Inspektur Edwin Nasution marah karena merasa direkam tanpa izin dan kamera diarahkan ke wajahnya.

“Tadi kata Inspektorat, wartawan TV merekam di depan sekali dengan kamera ke wajah Inspektur, jadi Inspektur marah,” ungkap Capah.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Amiruddin dan pengurus IJTI. Mereka menegaskan bahwa proses peliputan sudah sesuai standar dan tidak ada tindakan merekam secara dekat yang mengarah ke wajah.

“Kami ngambil gambar sesuai, dan tidak ada yang merekam di depan sekali ke wajah Edwin. Bukti video ada dan jelas,” tegas Amiruddin.

Pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi dari para wartawan kepada PJ Bupati Deli Serdang agar Edwin Nasution diberikan sanksi berat dan meminta maaf kepada seluruh wartawan atas tindakan yang dianggap arogan.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Rekkerek Beri Motivasi Petani Sayur

Insiden ini bermula ketika Edwin Nasution terlibat kericuhan dengan Amiruddin pada Rabu (16/10) sekitar pukul 11.30 WIB di teras depan Kantor Inspektorat Kabupaten Deli Serdang. Edwin merampas kamera HP milik Amiruddin yang sedang melakukan peliputan terkait pemeriksaan oleh Bawaslu Deli Serdang atas salah seorang ASN Inspektorat. Aksi tersebut berujung hampir pada adu jotos sebelum sejumlah pegawai Inspektorat meredakan situasi.

Amiruddin menyebut tindakan Edwin sebagai bentuk arogansi dan mengindikasikan adanya campur tangan Inspektorat dalam proses pemilu.

“Dia emosi sekali sampai menyerang saya dan merampas kamera (HP). Kami di sini ingin meliput dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh salah satu ASN Inspektorat, karena ada masalah di kantornya ini,” ujar Amiruddin.

Kasus ini telah menjadi perhatian luas di kalangan wartawan, yang berharap ada tindakan tegas dari pemerintah daerah terkait perlakuan terhadap jurnalis di lapangan.