Kasus Penganiayaan, Kuasa Hukum; Polsek Kota Sumenep Terkesan Main Mata

oleh -286 views
Kamarullah selaku Kuasa Hukum dari Siti Atmaliya

SUMENEP, Senin (30/04/2018) suaraindonesia-news.com – Seorang wanita yang hendak Karaoke di Resto JBL Sumenep, Madura, Jawa Timur dianiaya pengunjung.

Wanita tersebut yakni Siti Atmaliya (34) warga Jl. Pelabuhan Desa Kertasada, RT/RW 004/003, Kecamatan Kaliangat, Kabupaten setempat, diduga dianiaya seorang pria yang tak lain adalah Azis Abdillah di dalam room Karaoke JBL yang berlokasi di Jl. Seludang, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Akibat penganiayaan itu, Liya (sapaan akrab Siti Atmaliya) mengalami luka bengkak pada kepala sebelah kiri dibelakang kuping, dan luka lecet sebalah kiri serta luka lecet pada dahinya.

Kejadian berawal pada Rabu (14/02/18) lalu, sekira pukul 20.30 Wib. Waktu itu Liya hendak menemui temannya untuk acara karaoke di room JBL, pada waktu itu Liya menggunakan room nomor 2.

Pada saat berada didalam room tersebut Liya langsung di dekap dari belakang oleh teralpor (Azis,red), hingga akhirnya Liya berontak dan berusaha melepaskan dekapan tangan terlapor sampai Liya terjatuh ke lantai. Tidak sampai disitu, pada saat Liya terjatuh, terlapor lalu menjambak rambut Liya dan menyeretnya.

Tak terima atas kejadian yang menimpa dirinya, liya kemudian membuat laporan polisi ke Mapolsek kota dengan nomor laporan polisi: LP/13/II/2018/JATIM/RES SMP/SEK SMP KOTA, yang tertanggal 14 Februari 2018.

Namun, sejauh ini terlapor belum dilakukan penangkapan oleh Polsek Kota. Meski status terlapor sudah dinaikkan menjadi tersangka, setelah sebelumnya dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi lain beserta terlapor.

Atas tindakan tersebut, liya merasa dirugikan dan menuding bahwa Polsek Kota ada permainan pengkondisian keadaan terhadap terlapor.

“Iya kami datang kesini adalah untuk kordinasi lanjutan berkaitan dengan pernyataan sikap Polsek kota yang sangat menggelitik telinga kami, sehingga kami komplin karena berkaitan dengan sikap Polsek yang tidak menahan tersangka,” kata Kamarullah, kuasa hukum Siti Atmaliya saat ditemui di Mapolsek Kota, Senin (30/04) siang.

Padahal, kata Kamarullah atas kasus penganiayaan tersebut tidak ada pengajuan atau permohonan penangguhan penahanan. Pihaknya pun menuding pihak kepolisian ada kongkalikong sehingga merasa keberatan dan tidak melakukan penahanan kepada tersangka.

“Jadi alasan apa dari penyidik tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. Jadi kami menilai kinerja Polsek Kota ini tanggung-tanggung dalam menangani aduhan masyarakat, kalau ini dibiarkan kami takuti ini akan terjadi kepada orang lain,” tegasnya.

Pihaknya pun berjanji akan tetap mengawal sampai tuntas. Tidak hanya itu, dirinya juga mengancam akan melakukan upaya gugatan terhadap Polsek Kota jika kasus tersebut tetap dibiarkan.

“Selain akan kami laporkan secara ke dinasan. Juga pasti akan kami gugat,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kapolsek Kota Sumenep, AKP Widiarti mengatakan sejauh ini sudah melakukan upaya yang seharusnya dilakukan, dan dalam kasus ini sudah merampungkan berkas untuk dilimpahkan.

Sambung Widi, perihal tidak dikukan lnya penahanan terhadap tersangka, pihaknya menimpali jika petugas dalam menangani sebuah kasus itu memakai hati nurani dengan penuh pertimbangan, dan tersangka dalam hal ini Kompratif.

“Semua tahap demi tahap sudah kami lakukan tinggal kita kirim saja berkas tersebut, sudah tunggu saja, itu lho.. gak sampai 2 bulan kok,” singkatnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan