Kasus Oknum PNS Berduaan dalam Mobil Avanza, Usai Lebaran Disidangkan

Kepala kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Abdya) Abdur kadir, SH, MH.

ABDYA, Jumat (24/5/2019) suaraindonesia-news.com – Berkas Perkara oknum Pegawan Negeri Sipil (PNS) yang dipergoki berduaan dalam mobil di parkiran Kantor Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) pada 11 Aprl 2019 lalu bakal di ajukan Mahkamah Syariah Blangpidie.

“Insya Allah tanggal 27 Mei ini sudah kita ajukan ke Mahkama Syariah,” Kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya, Abdur Kadir, saat konferensi pers Kamis (23/5/2019).

Kata Abdur Kadir, penerimaan tahap dua dari Kasatpol PP tersangka ID dan RD melanggar Pasal 25 ayat 1 tentang Qanun Hukun Jinayah dengan ancaman hukuman 30 (tiga puluh) kali cambuk, denda 300 (tiga ratus) gram emas murni dan 30 (Tiga puluh) bulan kurungan badan.

Lanjutnya, barang bukti dan tersangka untuk keduanya sudah diterima pihaknya atas tuduhan ikhtilath tersebut. Namun keduanya tidak ditahan lantaran di yakini tidak menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

“Untuk sementara kedua tersangka ditangguhkan penahananya,” ungkapnya.

Abdur Kadir juga mengatakan,setelah proses pelimpahan tahap dua selesai, pihaknya akan menjadwalkan persidangan setelah Lebaran Idhul Fitri selesai.

“Benar pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Mahkamah Syariat Blangpidie, terkait persidangan tersebut beberapa waktu lalu,” sebutnya.

Sebelumnya, berkas perkara pasangan oknum PNS yang di tangkap saat berduaan dalam mobil di parkiran sudah di serahkan ke Jaksa pada Selasa, 14 Mei 2019.

Seperti pernah diberitakan, Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Abdya telah mengenakan sangsi disiplin tingkat berat kepada keduanya telah mencopot RD (38), oknum pejabat eselon IV yang dipergoki selingkuh dengan ID (37), salah seorang staf di Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) setempat. Sedangkan, ID selaku selingkuhan sang pejabat diturunkan pangkat satu tingkat dari IIIa menjadi IId. Kecuali itu, kedua oknum aparatur sipil negara (ASN) tersebut juga dikenakan sanksi tambahan berupa tidak bisa naik pangkat selama tiga tahun.

Pemberian sanksi keras itu berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim kode etik dan penegakan disiplin PNS Abdya. Menurut tim, RD dan ID telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tentang Menjaga Kehormatan Negara dan PP Nomor 42 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS Kabarnya, kini RD telah dimutasi menjadi staf di Setcam Lembah Sabil, sedangkan ID menjadi staf di Setcam Setia.

eporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here