Kasus Mobil Siaga Desa yang Dipergunakan Mengangkut Kayu Ilegal, DPMD Panggil Kades Kayumas

oleh -30 views
Kantor DPMD Kabupaten Situbondo (dok).

SITUBONDO, Senin (1/3/2021) suaraindonesia-news.com – Terkait kasus mobil operasional desa atau mobil siaga Desa yang diamankan polisi karena dipergunakan mengangkut kayu Sono Keling diduga ilegal, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur akan memanggil Kepala Desa (Kades) Kayumas Kecamatan Arjasa untuk diklarifikasi.

“Ya hari ini kita akan memanggil Kades Kayumas, Abdul Jalil untuk diklarifikasi, sejauh mana keterlibatannya dalam kasus tersebut. Apa ada kesengajaan sampai dipinjamkan kepada pihak lain,” kata Kepala DPMD Situbondo, Joko Lutfi Prihatin kepada suaraindonesia-news.com

Lebih jauh, mantan Kadinsos Situbondo ini menyampaikan, bahwa mobil siaga Desa yang dianggarkan dari dana pemerintah itu seharusnya difungsikan untuk kepentingan terhadap pelayanan masyarakat tidak mampu yang membutuhkan, seperti warga yang sakit agar prosesnya lebih cepat.

“Nah, kalau kemudian dipergunakan ke hal hal yang lainnya diluar itu, maka ini perlu dipertanyakan. Sebab mobil operasional desa itu bukan dipergunakan untuk kepentingan pribadi melainkan melekat pada kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Jika nantinya memang ada keterlibatannya Kades dalam hal tersebut, maka DPMD akan mengambil tindakan tegas.

“Saat ini kan sudah ditangani oleh pihak yang berwajib. Jika nanti ada keterlibatan kades, maka DPMD akan mengambil tindakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, diduga dipergunakan untuk mengangkut kayu illegal, sebuah mobil operasional milik salah satu desa berhasil diamankan ke Mapolsek Arjasa, Situbondo, Jawa Timur.

Mobil siaga milik Desa Kayumas Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo, Jawa Timur itu diamankan petugas perhutani Jumat (26/2) sore, saat mengangkut sebelas gelondong kayu jenis sono keling dan melintas di jalan Desa Ketowan, Kecamatan setempat.

“Waktu itu Asper dan beberapa orang petugas perhutani yang mengamankan secara langsung. Mereka tak berkutik saat dicegat di jalan Desa Ketowan dan tidak dapat menunjukkan dokumen kayu yang diangkutnya,” kata seorang warga, Sabtu (27/2/2021).

Tak hanya itu, selain mengamankan, mobil siaga desa merek Wuling dan belasan gelondong kayu sono keling, petugas juga mengamankan tiga orang, yakni AK (38) warga Kecamatan Asembagus yang berperan sebagai sopir, RM (40) berperan sebagai pengawal dan AA (27) sebagai pekerja dimana keduanya merupakan warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji.

Reporter : Ugik
Editor : Redaksi
Publiser : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *