Kasus Lakalantas Polda NTT Tahun 2017 Menurun 11 Persen

oleh
Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso, Wakapolda, Brigjen Pol Gustaf Manoppo, Kabid Humas, Kombes Pol, Jules Abast & Irwasda Polda NTT, Novi Ermansyah saat menggelar Jumpa Pers Jumat, (22/12) di Aula Lobi Polda NTT.

KUPANG-NTT, Sabtu (23/12/2017) suaraindonesia-news.com – Berdasarkan rilis Akhir Tahun 2017 Polda NTT yang di dipaparkan langsung oleh Kapolda NTT, Irjen Plol Agung Sabar Santoso didampingi Wakapolda NTT, Brigjen Pol Gustaf Manoppo, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abast dan Irwasda Polda NTT, Novy Ermansyah yang berlangsung Jumat, (22/12/2017) di Aula Ruang Lobi Polda NTT.

Total kasus kriminal yang yang ditangani oleh Polda NTT ditahun 2017 mengalami penurunan signifikan hingga mencapai angka 594 kasus kriminal atau 6,85 persen dari 7.839 kasus kriminal ditahun 2017 jika dibandingkan dengan total jumlah kasus pidana ditahun 2016 sebanyak 8.675 kasus.

Salah satu jenis kasus yang lebih meninjol berkontribusi terhadap angka kriminalitas di Polda NTT selama tahun 2016/2017 adalah kasus Lakalantas.

“Dari total keseluruhan angka kejahatan yang ditangani Polda NTT ditahun 2017 sebanyak 7.839 itu pasal lalu lintas lebih mennjol dimana Jumlah angka kecelakaan Lalu lintas (lakalantas) ditahun 2017 sebanyak 1.188 lebih kurang dari tahun dari angka lakakantas tahun 2016 sebanyak 1.338 atau mengalami penurunan sebanyak 150 kasus (11%),” Jelas Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso dihadapan wartawan desk Polda NTT,  Jumat (22/12).

Lebih lanjut Santoso merincikan bahwa, “jumlah korban lakalantas tahun 2017 sebanyak 412 orang dan sebanyak 432 orang ditahun sebelumnya atau mengalami penurunan sebanyak 20 orang ditahun 2017 disusul korban luka berat sebanyak 352 ditahun 2017 dan sebanyak 458 orang ditahun 2016 atau turun 80 orang (20%). kondisi ini menyebabkan kerugian materiil mencapai angka 3 miliar lebih ditahun 2017 dibandingkan tahun 2016 sebesar 4 miliar lebih atau menurun 4 ratus juta rupiah lebih (11%),” rinci Santoso.

Reporter : Yoko
Editor : Panji Agira
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *