Kasus Kanjeng Dimas Menjadi Kasus Paling Menonjol Selama 2016

Reporter: Cahya

Surabaya, Kamis (29/12/2016) suaraindonesia-news.com – Polda Jatim merilis analisa dan evaluasi (anev) perkara pidana yang ditangani sepanjang tahun 2016. Uniknya, kasus di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjadi sorotan public dan merupakan kasus paling menonjol yang ditangani kepolisian.

“Kasus yang paling menonjol sepanjang tahun 2016 adalah kasus Dimas K!anjeng. Sampai sekarang belum selesai. Dan ini peninggalan saya untuk Kapolda baru nanti,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji pada anev di Gedung Rupatama Markas Polda Jatim, Rabu (28/12/2016).

Sebab, sambung Kapolda, sampai saat ini yang berkasnya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan adalah kasus penipuannya. Rencananya, penyidik Ditreskrimum akan menyerahkan proses tersangka Taat Pribadi beserta barang bukti (proses tahap kedua) ke Kejaksaan pada 3 Januari 2017 mendatang.

“Kasus Dimas Kanjeng yang sudah P21 hanya kasus penipuan saja,” jelasnya.

Pada kasus ini, tigas pasal diterapkan dalam penyidikan kasus Dimas Kanjeng. Yakni kasus dugaan pembunuhan, dugaan penipuan bermodus penggandaan uang, dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Untuk kasus pembunuhan penyidikannya sudah selesai dan kini proses sidang. Sedangkan untuk penipuan penyidikannya belum rampung sepenuhnya.

Sementara untuk kasus criminal dan kasus korupsi, ditahun 2016 ini mengalami penurunan mencapai 30%. Dalam data tercatat, perkara criminal yang paling menonjol tahun 2015 yakni perkara penipuan dengan 4.746 perkara. Sedangkan ditahun 2016, perkara penipuan menurun 25% menjadi 3.561 perkara. Untuk kasus korupsi tahun 2015 sebanyak 79 perkara, dan tahun 2016 turun menjadi 34 perkara.

“Kasus kriminalitas di Jatim sudah menurun. Begitu juga dengan kasus tindak pidana korupsi yang turun hingga 30 persen,” tegas Kapolda Jatim.

Berbeda dengan kasus kriminalitas dan korupsi, kasus narkoba mengalami peningkatan sampai 27,89%. Tahun 2016 tercatat sebanyak 3.467 perkara narkoba yang ditangani Polda Jatim beserta jajaran. Bukan malah turun, melainkan perkara narkoba tahun 2016 naik menjadi 4.434 perkara. Sementara dari 4.265 tersangka ditahun 2015, mengalami peningkatan 29,52% atau sebanyak 5.524 orang.

Secara umum, tambah Kapolda Anton, keamanan dan ketertiban masyarakat di Jatim sepanjang tahun 2016 relatif kondusif. Tidak ada gangguan berarti, termasuk ketika terjadi momen besar seperti perayaan keagamaan. Hal itu menandakan koordinasi Polda Jatim beserta jajaran dalam Tiga Pilar Plus sangat baik.

“Tinggal beberapa hari lagi berganti tahun 2017. Mudah-mudahan wilayah Jatim tetap aman dan kondusif. Saya juga perintahkan seluruh jajaran Polda Jatim dan seluruh kekuatan pasukan untuk mengamankan jalannya pergantian tahun 2017 nanti,” pungkasnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here