Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Seret Mantan Komisi D DPRD Bangkalan

oleh
Abdul Rahman Tohir mantan anggota Komisi D DPRD Bangkalan usai dimintai keterangan. (Foto: Anam/SI).

BANGKALAN, Selasa (07/01/2020) suaraindonesia-news.com – Bergulirnya dugaan kasus pencemaran nama baik yang menimpa Moh. Hosen warga Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, berdampak menyeret mantan anggota Komisi D DPRD Setempat.

Abdul Rahman Tohir yang pernah menjabat anggota Komisi D DPRD setempat karena turut serta mengomentari salahsatu postingan status Facebook Moh Hosen pada beberapa waktu lalu akhirnya kebagian imbas pelaporan dr. Farhat wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan.

Ia dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan oleh kepolisian Abdul Rahman Tohir datang pada Senin (06/01) malam ke Mapolres Bangkalan tepatnya diruangan satreskrim menemui Bripka Agus Setiyawan.

Pada Surat Panggilan bernomor : S.Pgl/769/XII/RES 2.5./2019 yang berisi memanggil nama Abdurahman Taher umur 50 Th swasta yang beralamat di Perumahan Khayangan Residence dirinya diminta untuk hadir sebagai saksi untuk didengar keterangannya atas dugaan kasus muatam penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Seusai jalani proses pemeriksaan, pada awak media Abdul Rahman Tohir mengaku telah menjawab puluhan pertanyaan dari penyidik seputar dugaan pencemaran nama baik oleh Moh Hosen pada dr. Farhat Wadir RSUD Syamrabu Bangkalan melalui unggahan status Facebook.

Politisi partai demokrat tersebut menyatakan pendapat bahwa setiap pejabat diharap untuk tidak anti keritik agar semakin meningkatkan kualitas kinerja pelayanan, karena selaku mantan mintra Dinkes mengaku banyak tahu perihal seluk beluk perjalanan RSUD Syamrabu sehingga tanpa ragu dirinya memberi saran demi untuk pembenahan.

“Memang masih banyak kelemahan dirumah sakit itu, ketika kami masih didewan, saya selaku mitra terhadap pak dr. Farhat pada waktu itu belum menjabat Wadir, saya tahu betul memang ada miss didalam, saya sempat memanggil pihk RS pada waktu itu, saya menyayangkan pihak RS selau menyebutkan nama dr. Farhat saat hendak mengeksekusi beberapa kebijakan,” jelas Tohir mantan Komisi D tersebut menceritakan.

Dirinyapun berpendapat, mestinya pihak RS pada setiap memberikan pelayanan lebih mengutamakan tindakan penyelamatan pada pasien, karena untuk bagian validasi administrasi sudah menjadi kewenan Dinkes dan Dinsos.

“Rumah sakit itu sebagai wujud pelayanan tidak perlu melakukan ferval bahwa pasien itu benar-benar miskin atau tidak karena ketika sudah ada keterangan dari Dinsos dan Diskes harus segera dilayani, karena jika masi kembali diinterogasi akan menjadi suatu hambatan,” katanya bernada penyesalan.

Karena menurutnya walau dr. Farhat pada waktu itu belum menjabat Wadir namun selalu dijadikan rujukan para crew dalam memberikan tanggapan pelayanan yang diminta masyarakat mengingat dilain sisi seakan sudah meniadakan fungsi struktural rumah sakit terkait.

“Jadi kami pernah melakukan pemanggilan terkait semacam itu, karena kami menyayangkan pihak internal RS selalu menyebut Farhat pada hampir setiap kebijakan, itu suatu kesalahan, walau dia di top leaderkan disana (RSUD Syamrabu, Red) mestinya crew RS tidak menjawab seperti itu karena sudah ada struktural, ada Direktur, Wadir, itu punya job description tugas masing-masing sesuai kewenangannya,” paparnya.

Mengenai status Facebook Moh. Hosen yang telah diposting pada beberapa waktu sehingga menjadi bahan laporan ke Polres Bangkalan pada Selasa (19/11/2019) tersebut, bagi Tohir itu lebih pada bentuk kritikan terhadap kualitas pelayanan rumah sakit agar lebih baik.

“Saya pernah jadi pejabat, dan pejabat tidak boleh alergi dengan kritik, kalau pejabat alergi kritik jangan jadi pejabat,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya pada akun Facebook Hosen menulis status. “Mohon info Masyarakat Bangkalan. dr. Farhat itu Direktur/Wakil Direktur di RS Syamrabu Bangkalan. Kebijakannya melampui Batas. Semua Manajemen Rumah Sakit Apa Kata Farhat. Sempat Nanyak Ke bagian Irna A (Farhat). Kartini (Farhat). Apa itu Rumah sakit Warisan Ya. Kesah Keluh Rakyat Bangkalan. Keluarkan Farhat dari Syamrabu. Fainsyaalloh keadilan dan kesejahteraan rakyat akan Hadir di RS Syamrabu dan Tercipta Sistem Kinerja jauh lebih Baik”.

Reporter : Anam
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *