Reporter : supriyadi/ekosujatwiko
Banyuwangi, suaraindonesia-news.com – Potensi alam aliran kali Badeng yang terletak di kaki gunung Raung wilayah Desa Sumber Bulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ternyata menyimpan pesona yang sangat exotis. Selain aliran air sungainya yang masih alami dan jernih yang mengalir dari gunung Raung.
Tidak hanya itu, di sepanjang kali Badeng juga banyak terdapat batu-batu besar yang berserakan di terjang derasnya air. Sedang dikanan kiri tebing sungai terdapat hutan dan pepohonan yang masih rindang. Keindahan kali Badeng yang meliuk-liuk itu ternyata menginspirasi sejumlah pemuda desa Sumber bulu.
Dengan di pandu beberapa tokoh setempat, di bentuklah lembaga usaha wisata Kaki Raung Indonesia atau Karo Rafting untuk mengelola Wisata Rafting di sungai Badeng.

Saat ini Karo Rafting di kelola oleh 30 pemuda putus sekolah yang rata – rata usianya dibawah 25 tahun. Dengan menempati lahan seluas 4000 meter persegidi tepi kali Badeng yang di tata dengan rapi dan alami kini Karo Rafting telah memliki 20 buah perahu karet dengan kapasitas 5 penumpang.
Selain itu juga tampak beberapa bangunan yang dibangun ala pedesaan. Di dalam lembaga wisata ini mereka digembleng dan di beri pelatihan tentang usaha mandiri untuk mengembangkan wisata di aliran Kali Badeng.
Selain di latih berwirausaha para anggota juga ditanamkan kedisiplinan dan kebersamaan. Sehingga terbentuk karakter pemuda yang tanggguh dan mandiri di dalam berbisnis. Disinilah kelebihan system pengelolaan Wisata Karo Rafting sungai Badeng.
Selain sebagai tempat wisata yang mendatangkan rupiah dengan menjaga kelestarian alam. Karo Rafting juga sebagai wadah tempat pengkaderan membentuk karakter sumberdaya yang handal bagi anggotanya. Bahkan dalam pengelolaannya Karo Rafting di danai sendiri secara swadaya dan tidak mau meminta maupun menerima bantuan dari pihak manapun. Sehingga kelak di harapkan alumni Karo Rafting benar-benar punyakarakter dan mental berbisnis yang mandiri handal dan tangguh.
Menurut General Manajer Karo Rafting Desa Sumber Bulu, Rudi Santoso (24) pengelolaan wisata sungai ini berdasrkan azas kebersamaan keterbukaan dan mandiri. Sehingga semua anggota maupun Pembina wajib tahu kondisi di dalamnya.
“Yang jelas kami mengelola wisata ini dengan modal sendiri dari patungan beberapa tokoh. Kami kelola secara transparan di semua bidang termasuk keuangannya. Disini tidak ada sistem bisa tau juragan. Semua mempunyai peran dan tanggung jawab yang sama, karena tujuaan kami adalah untuk menciptakan lapangan usaha dan belajar bersama menjalankan usaha pariwisata. Kalau ada yang melakukan kesalahanya kita kenai sangsi di siplin,” Ujar Rudi yang mengaku hanya lulus SMP itu.
Lanjut Rudi, dalam mengelola wisata Karo Rafting ini kita tidak hanya mengejar profit oriented semata, tapi juga ada keinginan untuk membentuk karakter para pemuda yang tergabung di dalamnya. Dengan perjuangan keras semua anggota kini wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata Kara Rafting rata-rata mencapai 40 orang setiap hari dari berbagai kelompok masyarakat. Pengunjungnya ada dari siswa sekolah, perkantoran maupun masyarakat umum lainnya.
“Yang jelas kami ingin menghidupkan wisata alam desa untuk ikut menunjang perekoniman di desa dengan membuat lapangan kerja di sektor pariwisata. Dengan demikian kalau wisata desa ini bisa jalan maka potensi ekonomi di sekitar tempat wisata juga jalan. Ada pengunjung, ada orang jualan, mengelola parkir dan karyawan bisa hidup dengan honor yang diterima dari tiket pengunjung. Maka semua lingkaran perekonomian di desa bias hidup.” Papar Rudi Santoso.













mantaaap