Karena Dianggap Tidak Respon, Masyarakat Dan Sopir Angkutan Palang Jalan Di Jembatan Ake Todoku

Warga memberi palang jalan, Beton Dan Pita Polisline di jembatan Aketodoku

Reporter: Ipul

Halbar Malut, Sabtu (21/1/2017) suara indonesia-news.com – Warga masyarakat halmahera Barat dan para sopir angkutan lintas Kabupaten beberapa waktu lalu memboikot atau memalang ruas jalan trans halmahera sofifi sidangoli yang tepatnya dekat jembatan ake todoku pasalnya warga dan para sopir angkutan lintas kabupaten melarang agar kendaraan berat tidak bisa melintas jembatan tersebut sebab dengan kehadiran kendaraan berat diruas jalan tersebut menyulitkan para sopir agkutan lintas disebabkan jembatan yang sempit dan beban yang begitu berat sehingga para sopir angkutan merasa tidak nyaman.

Dalam pantauan suara indonesia-news.com, warga sengaja memalang badan jalan dengan tujuan agar mobil atau kendaraan berat tidak bisa dilewati sebab jembatan yang sedikit sempit ditamba dengan tanjakan yang begitu curam sehingga warga dan para sopir merasa kawatir dengan kondisi jalan tersebut.

Seperti yang dikemukakan salah satu sopir angkot yang tidak mau di tulis namanya kepada suara indonesia-news Sabtu(21/01) mengatakan bahwa beberapa waktu lalu kami sudah berusaha berkordinasi dengan para sopir kendaraan berat agar lebih baik mengambil jalan alternatif lain dan jangan lagi melewati jalan dan jembatan tersebut menginggat medan dan jembatan yang tidak sesuai selain itu juga sewaktu waktu kami dan penumpang juga merasa terancam apabila berpapasan dengan kendaraan berat maka kami meminta agar mereka lebih baik mengambil jalan lain agar menjaga hal yang tidak-tidak terjadi, akan tetapi para sopir angkutan alat berat tidak menggubris apa yang mereka sampaikan sehingga para sopir angkutan lintas dan warga langsung turun memalang jalur jalan tersebut.

Selain itu juga warga dan para sopir meminta agar pihak perhubungan segera memasang tanda rambu lalulintas di jalan dan jembatan tersebut khusus melarang supaya angkutan alat berat tidak bisa dilewati karena menurut mereka itu sangat mengganggu bagi para pengendara dan membahayakan bagi pemakai jalan.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here