Kapolri dan Kabareskrim Terima Dua Buku Arist Merdeka Sirait

oleh -375 views
Arist Merdeka Sirait saat menyerahakan bukunya kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melalui Kabareskrim Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, MH. Jumat (27/08/2021) di Mabes Polri Jakarta.(Foto: M. Habil Syah/Dokumentasi Komnas PA/SI).

DELI SERDANG, Minggu (29/08/2021) suaraindonesia-news.com – Arist Merdeka Sirait menyerahkan dua buku kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melalui Kabareskrim Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, MH Jumat (27/08/2021) diruang kejanya dihadapan dua perwira tinggi Polisi dan Kanit PPPA Mabes Polri.

Dua buku yang ditulis menggunakan pengalaman praktis pendampingan, pembelaan dan perlindungan anak terhadap perkara Pelanggaran anak dari segala bentuk eksplotasi, kekerasan penganiayaan dan penelantaran di Indonesia tersebut bertajuk “Sahabat Anak Indonesia Bertindak Sesuai Hati Nurani”, dan “Menjaga dan Melindungi Hak dengan Setulus Hati”.

Arist menyampaikan kepada media melalui pesan singkat sambungan Whatsapp miliknya, Minggu (29/08), dirinya menjelaskan,

Arist menyampaikan, usai diterima berdialog dengan Kapolri yang diwakili Kabareskrim menyampaikan kegembiraannya bisa menyerahkan dua buku itu kepada Kapolri dan Kabareskrim paling tidak bisa dijadikan bahan bahan bacaan bagi perwira Polisi.

Dua Buku tersebut membahas pengalaman empirik memberikan pendampingan, pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia selama 23 tahun bersama Komnas Perlindungan Anak.

Menurut Arist, dua buku yang ditulis berdasarkan pengalaman pendampingan anak di Indonesia dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti tersebut, mendapat sambutan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Prof. DR. Mochtar Pakpahan, SH, MH Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara Jakarta, DR. Harry Hikmat, Phd Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos.

Untuk memberikan informasi mengenai pendampingan anak di Indonesia, dua buku kumpulan penanganan kasus-kasus yang diadvokasi juga diberikan sambutan dalam bentuk kesaksian atas dua buku itu oleh sahabat dekat Arist, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Guru Besar Universitas Cendrawasih Papua, Mantan Sekjen Komnas Perindungan Anak Dhanang Sasongko, juga sahabat Roestin Illyas Aktivis Anak dan sahabat Perempuan Indonesia serta tak ketinggalan DR. Imaculata Umiyati, S.P.si., M.Si direktur dan pengelola Autism Boarding School Indonesia juga M. UU Lufti, SH, MH dosen Untirta Tangerang Banten dan DR. Gung Tini Gorda Dosen Perlindungan Anak Undiknas Denpasar, serta DR. Y. Sari Widyastuti SH, M.Hum, Dekan Fakultas Hukum Atmajaya Yogjakarta.

Kedua buku itu berisi pengalaman praktis penanganan kasus anak yang dimulai dengan menjabarkan situasi anak di Indonesia, kemudian melakukan pembelaan dan pendampingan atas kasus kejahatan dan kekerasan seksual terhadap anak, anak korban perbudakan seksual, eksploitasi ekonomi seperti dipekerjakan di industri manufaktur, di jalanan, di perkebunan, anak menjadi pekerja di pasar dan di laut, demikian anak yang menjadi korban eksploitasi politik, perdagangan orang dan penculikan untuk seks komersial, anak korban narkoba dan pornografi, serta tips atau tata cara mendampingi anak berkonflik dengan hukum, perebutan dan penelantaran anak dan ada banyak lagi informasi mengenai anak di Indonesia.

Demikian juga anak korban penanaman paham-paham radikalisme, ujaran kebencian dan intoleransi terhadap anak yang saat ini sedang menjadi perhatian masyarakat.

Oleh karena itu, buku pengalaman empirik Arist Merdeka Sirait ini patut untuk dijadikan bahan bacaan bagi khalayak ramai yang cinta anak Indonesia secara khusus para pegiat perlindungan Anak, juga para penegak hukum anggota masyarakat, dan masyarakat yang peduli perlindungan anak di Indonesia karena buku ini dapat menjadi inspirasi bagi para pegiat perlindungan anak, keluarga Indonesia berbasis komunitas terutama para penegak hukum di Indonesia.

Dua buku karya besar Arist Merdeka Sirait ini patut dibaca dan patut digunakan sebagai inspirasi semua kalangan masyarakat, mahasiswa dosen yang peduli dengan situasi anak-anak Indonesia.

“Terima kasih untuk bapak Kapolri, terima kasih untuk bapak Kabareskrim yang telah memberikan kesempatan menyerahkan dua buku ini yang mudah-mudahan ini dapat dijadikan inspirasi bagi para penyidik di lingkungan unit PPA di setiap Polres Indonesia, demikian juga untuk seluruh perwira polisi yang berbasis di Polsek, Polres dan Polda, selamat membaca dan selamat membuka hati, pikiran dan mata untuk anak Indonesia,” kata Arist.

Menurut Arist, dua buku ini sudah tersedia di toko toko buku di Indonesia seperti di Toko buku Gramedia dengan harga terjangkau.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *