Kapolres Probolinggo Kota: Safari Ramadhan Turunkan Gangguan Kamtibmas

oleh -170 views
Foto: Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa'bani saat acara khataman Al-Qur'an dan buka puasa bersama di Masjid Amanullah Mapolres, Kamis (28/4/2022) malam.

PROBOLINGGO, Jumat (29/4/2022) suaraindonesia-news.com – Tren gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Probolinggo semenjak digelar Safari Ramadhan Kamtibmas mengalami penurunan.

Penurunan ini bisa dilihat dari turunnya angka laporan masyarakat atau Dumas (pengaduan masyarakat) di Polres Probolinggo Kota.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani dalam acara Khatam Al-Qur’an dan buka puasa bersama awak media, Kamis (28/4) malam di Masjid Amanullah Mapolres Probolinggo Kota.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani menjelaskan, pada periode bulan Maret 2022 terdapat sekitar 112 laporan, namun di bulan April turun menjadi sekitar 72 laporan. Hampir seluruh gangguan kamtibmas turun drastis.

“Artinya di sini kita melaksanakan upaya, dan upaya kita berhasil,” ujar Kapolres AKBP Wadi Sa’bani.

Menurut Kapolres AKBP Wadi Sa’bani, sejak memasuki bulan Ramadhan di awal April, pihaknya rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi bertemu langsung masyarakat di kelurahan maupun desa di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, dalam kegiatan Safari Ramadan Kamtibmas.

“Safari Ramadan Kamtibmas ini kita diskusi dengan masyarakat, terutama dengan RT, RW, Lurah, Kepala Desa, dan juga tokoh masyarakat, Babinsa, yang ada di sekitar tempat kita melaksanakan kegiatan,” tuturnya.

Diterangkannya, dalam giat Safari Ramadan Kamtibmas, masyarakat juga mendapatkan tips atau cara melakukan pencegahan tindak kejahatan.

Pertama, menghidupkan pranata sosial yang ada di masyarakat dibantu, RT, RW, lurah, dan Babinsanya dari TNI untuk sama sama mengelola situasi Kamtibmas yang ada.

Kedua, mengintervensi peluang atau kesempatan pelaku kejahatan berbuat tindak kejahatan.

Selanjutnya pesan Kapolres, jika ada tetangga yang kekurangan, atau mengalami masalah keluarga, maka masyarakat sekitar harus sama-sama membantu dan saling tenggang rasa.

“Seperti membantu secara ekonomi, kebutuhan makan, tentunya kita harapkan dengan cara seperti itu, di masyarakat akan timbul sistem pengamanan lingkungan yang ada,” tandas Perwira Polisi lulusan Akpol tahun 2003 ini.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan