Kapolres Nias Diduga Diamkan Kasus Kejahatan Anggotanya

Korban saat di bawa ke depan kantor Polres Nias

Reporter: T2g

Gunungsitoli, Selasa (20/12/2016) suaraindonesia-news.com – Kasus penembakan terhadap Dharma Bakti Simbolon alias Ade Bulan Juli 2016 lalu, tepatnya Jumat, (01/07) di Jl. Yossudarso Gg. Setan, yang di lakukan oleh oknum Sat Narkoba Polres Nias, Bripka Dedi Zalukhu hingga saat ini masih belum ada titik terang.

Di kalangan masyarakat Kota Gunungsitoli kasus yang menimpa Ade ini sempat menjadi perhatian masyarakat hingga pernah mengumpulkan koin seribu rupiah untuk membantu biaya untuk pengobatan korban.

Masyarakat yang namanya tidak mau di sebut mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap Kapolres Nias yang kebetulan juga masyarakat Nias. kepada awak media mengatakan, bahwa dirinya menduga dalam penanganan kasus ini yang menimpa Ade sepertinya ada yang membackup.

Kapolres Nias, AKBP. Bazawato Zebua, SH.,MH
Kapolres Nias, AKBP. Bazawato Zebua, SH.,MH

“Iya beginilah hukum hanya berlaku bagi kita masyarakat biasa, sehingga oknum bisa bertindak sesuka hatinya kepada kita, juga saya menilai tidak ada keseriusan Kapolres Nias untuk menuntaskan kasus itu, atau jangan-jangan karena anggotanya,” cetusnya.

Ditempat terpisah suaraindonesia-news.com mencoba meminta tanggapan Sabarman Zalukhu, Ketua DPD LSM Gempita Kepulauan Nias melalui pesan WhatsApp,  mengatakan jika pihaknya akan mendesak Kapolres Nias untuk segera menuntaskan kasus tersebut.

“Kita juga sudah melakukan koordinasi kepada Kabid Humas Poldasu ibu Rina Sari Ginting, dan ia mengatakan bila terkait anggota yang dalam pemeriksaan propam, ditindak setelah selesai melaksanakan putusan pidana, dan untuk pidananya silahkan koordinasi dengan penyidiknya, ujar Sabarman Zalukhu menirukan jawaban Rina Sari Ginting.

Menurutnya, jika hal ini tidak segera direspon maka persoalan ini akan menjadi presiden buruk terhadap marwah dan citra Kepolisian dalam hal ini Polres Nias pada khususnya. Ujarnya.

Lanjut bung Sabarman, kita ketahui negara kita adalah negara hukum yang mengakui dan melindungi setiap hak asasi individu tanpa membedakan latar belakang. Hak kesamaan kedudukan dihadapan hukum juga diatur dalam UUD 1945 Amandemen ke-IV pasal 28 D ayat 1 jelas dinyatakan setiap orang berhak mendapat pengakuan, jaminan, perlidungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. Ujarnya.

“Muncul kesan bahwa Kapolres Nias AKBP. Bazawato Zebua, di duga sengaja mendiamkan kasus tersebut karena pelaku adalah anggotanya,” ucap Ketua DPD LSM Gempita Sabarman Zalukhu.

Saat disinggung mengenai pernyataan Kapolres Nias yang pernah mengatakan akan ditindak jika terbukti bersalah, bung Sabarman Zalukhu mengatakan agar tidak hanya sekedar lips service belaka.

“Buktikan saja seperti apa penanganan kasus atas laporan orang tua korban sesuai dengan nomor STPLP/202/VII/2016/NS tertanggal 02 Juli 2016, sudah berapa lama kasus ini dilaporkan,” ucapnya dengan tegas.

Menurutnya,  jika berkas tersebut sudah cukup maka sebaiknya agar segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk dapat segera dikaji atau diteliti, tandas bung Sabarman mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here