Kapolres Jember: Wartawan Bodong Itu Residivis Kambuhan

oleh -34 views
Kapolres Jember menunjukkan barang bukti atas kasus pemerasan wartawan bodong saat press rilis di halaman Mapolres Jember (24/7). Foto : Guntur /SI

JEMBER, Senin (24 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Seorang oknum yang mengaku wartawan dengan kasus pemerasan kini telah diproses oleh Kepolisian Resor (Polres) Jember, Jawa Timur.

Adalah MA (52) warga Desa Slawu, Kecamatan Patrang, Jember, mengaku sebagai wartawan tabloid investigasi, Global News melakukan pemerasan kepada seorang pegawai negeri sipil yang keluar dari salah satu hotel di Jember dengan wanita lain (bukan istrinya).

Kemudian tersangka MA memeras korban dengan nominal Rp 15 juta apabila tidak ingin diberitakan olehnya.

“Dari keterangan korban bahwa tersangka awalnya memasang nominal Rp 15 juta, kemudian terjadi tawar menawar sebanyak dua kali, dan deal di nominal Rp 2 juta untuk tidak memberitakan atas hal tersebut di tabloidnya,” urai Kapolres Jember mengenai kronologisnya saat press rilis, Senin (24/7) di halaman Mapolsek Jember.

Dari kesepakatan nominal Rp 2 juta tersebut, korban membayar cash Rp 1 juta kepada tersangka, sisanya akan dibayar dengan cara transfer ke rekening atas nama tersangka. Baca Juga: Tak Kantongi Dokumen, Bakamla RI Tangkap Kapal Tanker di Perairan Jakarta

“Transaksi pembayaran tersebut dilakukan di depan SDN. Jember Lor 02, Jl. Mawar, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember pada Sabtu (22/7) sekira pukul 08:30 WIB, dan saat itu juga tersangka berhasil ditangkap oleh Polisi berikut barang bukti,” sambungnya.

Atas kasus ini, terdapat barang bukti yang berhasil didapatkan Kepolisian Resor Jember diantaranya, barang bukti uang tunai Rp 1 juta, satu press card tabloid Global News atas nama tersangka MA, satu buku kecil, satu bolpoin gel ink warna hitam, satu HP merk Asus berwarna hitam dan satu HP merk Samsung Galaxy V berwarna putih.

Selain itu, satu unit sepeda motor honda beat berwarna putih dengan No. Pol : P-2210-NO, satu tas selempang kecil merk Douglass berwarna coklat, satu tas punggung merk TRACKER berwarna hitam, 1 satu ID Card Investigasi Nasional atas nama tersangka MA, satu ID Card lembaga swadaya masyarakat atas nama tersangka MA, satu kartu tugas liputan tersangka MA di tabloid Global News, 1 (satu) surat tugas lembaga dan media investigasi nasional atas nama tersangka MA dan 1 (satu) lembar sobekan kertas kecil bertuliskan nomer rekening BRI 752501007913530 atas nama tersangka MA.

Kapolres Jember menambahkan bahwa tersangka merupakan residivis kambuhan dengan kasus yang sama.

Menurutnya, Ini sudah ketiga kalinya tersangka tertangkap dengan kasus yang sama, pertama dengan vonis 4 bulan di lapas Banyuwangi, dan telah dikeluarkan dari medianya namun press cardnya masih disimpan tersangka, kedua kalinya dengan vonis 6 bulan di lapas Jember.

“Dan ini yang ketiga kalinya,” tambah Kapolres.

Tersangka MA kemudian dijerat dengan Pasal 368 ayat (1) tentang tindak pidana pemerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. (Guntur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *