Kapolres Jember Pimpin Penutupan Ratusan Lubang Bekas Galian Penambangan Liar Di Gunung Manggar

oleh -73 views
Kapolres Jember saat Pimpin Penutupan Ratusan Lubang Bekas Galian Penambangan Liar Di Gunung Manggar

Jember, Suara Indonesia-News.Com – Setelah melakukan persiapan matang melalui beberapa pertemuan dan rapat koordinasi, tim gabungan yang terdiri dari Polres Jember, TNI, Perhutani, Pramuka dan sejumlah elemen masyarakat, melakukan penutupan ratusan lubang bekas galian tambang emas ilegal di Gunung Manggar, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kamis (25/2).

Pukul 08.00 WIB sekitar 1576 personil gabungan yang terdiri Polri, TNI, perhutani termasuk PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Jember, melaksanakan apel di lokasi Gunung Manggar yang dipimpin oleh Kapolres Jember AKBP M. Sabilul Alif, SH, SIK, M.Si.

Usai apel pasukan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang turut ditandatangani oleh ratusan warga sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan sekaligus menolak  penambangan liar.

Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif dalam kesempatan itu, menjelaskan bahwa, penutupan lubang galian ini melibatkan 1576 orang yang rencananya akan melakukan operasi penutupan selama beberapa hari hingga semuanya tertutup.

“Mereka terdiri dari Polres Jember, TNI, Pramuka, PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Jember, serta masyarakat yang peduli akan kelestarian lingkungan,” ungkap Sabilul, yang memimpin kegiatan tersebut.

Menurutnya, aksi penambang emas liar di Gunung Manggar sudah berjalan bertahun-tahun. Seolah-olah tidak ada pihak yang mampu menghentikannya. “Hari ini (kemarin, red) kita buktikan, bahwa kita mampu untuk menghentikan kegiatan penambangan emas liar ini, dengan melakukan penutupan lubang bekas galian,” jelasnya.

Sabilul menjelaskan, penambangan emas liar ini menimbulkan sejumlah polemik. Diantaranya sangat mengganggu lingkungan, ekosistem, kehidupan masyarakat sekitar. “Ini seolah-olah menjadi konflik yang tidak terselesaikan,” jelasnya. Dengan menurunkan 1576 personil, targetnya adalah menutup semua lubang sehingga tidak ada lagi aksi penambang emas liar.

“Setelah semua lubang tertutup, kita akan kembalikan ekosistem yang ada di hutan ini. Kemudian kita juga akan melakukan penghijauan,” jelas Sabilul. Kedepan, agar aksi penambangan liar itu tidak terjadi lagi, akan ditempatkan sejumlah personil yang terdiri dari Polisi, TNI, serta petugas Perhutani.

“Jika ada orang yang mau masuk ke hutan ini, nanti akan kita jaga dan awasi sebaik mungkin. Jika memang orang itu dicurigai akan melakukan penambangan, tentunya akan kita usir,” tegas Sabilul. Bahkan selama sebulan kedepan, pihaknya bersama petugas gabungan akan menempatkan personil sebanyak satu pleton.

Terkait keberadaan warung dan tempat parkir yang berada di sekitar lokasi, menurut Sabilul nantinya akan dibongkar sendiri oleh pemiliknya.

“Selama ini, mereka membuka warung dan tempat parkir, itu karena banyak pelaku penambang emas liar. Nah, kalau penambang emas liar sudah tidak ada, mereka nantinya akan membongkar sendiri warungnya,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait masyarakat yang masih menyimpan mesin Glondongan (alat untuk memisahkan tanah dan emas, red), Sabilul akan melakukan beberapa langkah. Diantaranya mengerahkan Babinsa dan Babinkamtibmas, untuk melakukan peninjauan serta sosialisasi agar masyarakat segera mengalihkan fungsi Gelondongan itu.

“Kemudian, kita mengirim surat kepada semua kepala desa, agar masyarakatnya yang masih menyimpan mesin Gelondongan, supaya diserahkan kepada pihak berwajib,” jelas Sabilul. Jika hal itu tidak diindahkan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada pemilik Gelondongan. “Kita akan ambil paksa mesin Gelondongannya,” tegasnya.

Sempat ada isu ada oknum yang terlibat dalam aksi penambangan emas liar ini. Namun, hal itu dibantah tegas oleh Sabilul.

“Saya tegaskan, bahwa tidak ada oknum dari kita yang bermain-main dengan tambang emas ilegal ini,” tegasnya. Isu itu, kata Sabilul, sengaja dihembuskan oleh oknum hanya untuk kepentingan tertentu.

Sementara itu, Dandim 0824 Letkol Inf.Muhammad Nas, mengaku bahwa pihaknya semaksimal mungkin akan membantu melakukan pengamanan Gunung Manggar dari pelaku tambang emas ilegal.

“Ini inisiatif kita dari unsur pengaman yang difasilitasi Perhutani. Saya harap, kedepan semua elemen ikut menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Nas.

Administratur Perhutani Jember, Djohan Surjo Putro, mengaku bahwa dulunya ada lebih dari seribu lubang bekas galian penambang emas ilegal di Gunung Manggar.

“Namun sekarang hanya tinggal sekitar 300 lubang, yang hari ini akan kita tutup,” jelas Djohan.

Menurutnya, luas Gunung Manggar yang merupakan area Perhutani, ini memiliki luas 1.320 Hektar. “Sementara yang menjadi lokasi penambang emas liar itu 8 Hektar,” ungkapnya.

Rencananya, penutupan lubang ini akan dilakukan setiap hari dan direncanakan selesai dalam empat hari.

“Jadi nanti setiap harinya petugas dari kita, kemudian Polisi dan TNI, akan menutup lubang bekas galian itu. Petugas gabungan ini nantinya menginap di Balai Desa Kesilir supaya leih mudah dan dekat menuju lokasi penutupan,” kata Djohan.

H.Jono Wasinudin ketua cabang PSHT Jember, mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan sekitar 200 anggotanya untuk ikut terlibat dalam penutupan lubang tersebut.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita untuk menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi, anggota PSHT terbanyak di Jember itu ada di Wuluhan. Jadi, mereka dengan rela hati, ikut dan kompak dalam kegiatan penutupan lubang bekas galian penambang emas ilegal ini,” ungkap Jono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *