Kapolda Apresiasi Kunjungan Kornas TRC PA Komnas Anak di Polda Sultra

Dari Kiri, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto SIk, Kornas TRC PA Komnas Anak, Naumi Lania,Dirlantas , Kombes Rudi Antariksa, Kabid Humas, AKBP Sunarto dan Korwil TRC PA Komnas Anak Sultra, La Ode Ali

Reporter : La Ode Ali

Kendari, Kamis (11/1/2017), suaraindonesia-news.com –  Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol Andap Budhi Revianto SIk, sangat mengapresiasi kunjungan Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Anak (PA) Komnas Anak, Naumi Lania di Mapolda Sultra, Kamis (11/1/2017).

“Saya selaku Kapolda Sultra sangat mengapresiasi kunjungan Ibu Kornas , Ibu Naumi Lania disini(Polda Sultra),”kata Andap Budhi diruang kerjanya saat menyambut Naumi Lania dan Korwil TRC PA Komnas Anak Sultra, La Ode Ali.

Dikatakan, kunjungan Naumi Lania selaku Kornas TRC PA Komnas Anak sangat penting tentu dengan tujuan melindungi anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Sultra sehingga dapat memutus rantai kekerasan terhadap anak.

“Gerakan yang dilakukan TRC PA ini tentu sangat membantu kami disini, utamanya dalam melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi kekerasan terhadap anak,”pujinya.

Diakuinya lanjut Andap Budhi, bahwa pihaknya secara terus menerus melakukan upaya-upaya baik itu sosialisasi maupun penyuluhan melalui Unit PPA ataupun Binmas diwilayah hukum Polda dengan harapan agar kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi.

“Dan Alhamdulillah dengan TRC PA Komnas Anak ini, akan lebih membantu pihak Kepolisian agar kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi,”ujar Kapolda yang baru-baru menjabat di Polda Sultra ini.

Sementara itu, Kornas TRC PA Komnas Anak, Naumi Lania mengatakan, kunjungannya di Polda Sultra merupakan agenda untuk lebih menjalin sinergitas dengan Kepolisian, khususnya di Polda Sultra sebagai mitra dari TRC PA Komnas Anak khususnya di Unit PPA.

“Iya, memang kami bermitra dengan Kepolisian, khususnya di unit PPA, dalam upaya melakukan upaya preventif agar kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi,”kata Naumi Lania.

Menurut aktivis Perlindungan Anak dan Perempuan ini, pihaknya selama ini selalu melakukan koordinasi dengan Kepolisian dalam rangka memutus mata rantai kekerasan terhadap anak yang seyogianya dapat dilakukan bersama seluruh lapisan masyarakat terutama pemerintah. Namun pemerintah seakan menutup mata.

“Selama ini yang terjadi Pemda entah menutup mata atau pura pura tidak tau, dan mungkin anggarannya ditelan bumi karena zejak bapak Presiden tentang yang terjDi terhadap anak sudah menjadi kejahatan luar biasa, tapi hasil dari investagasi Kornas masih bayak didaerah yang tersentuh terutama belum adanya P2TP2A dan Dinas Sosial belum aktif yang ada mobilnya saja, ini hasil temuan saya saat mengunjungi salah satu didaerah seperti Kabupaten Buton dan Kota Baubau,”tudingnya.

Ditempat yang sama, Korwil TRC PA Komnas Anak Sultra, La Ode Ali, membenarkan bahwa beberapa daerah di Sultra khususnya Kabupaten Buton belum terbentuk P2TP2A yang merupakan tanggung jawab pemerintah untuk membentuk itu.

“Iya betul, dari informasi yang saya dapatkan dan sempat berkomunikasi dengan Unit PPA Polres Buton, itu P2TP2A itu belum dibentuk,di Buton,”ujarnya singkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here