JEMBER, Senin (11/12/2017) suaraindonesia-news.com – Pasangan suami-istri Totok-Suci Wigati, warga Dusun Krajan A RT 02 RW 08 Desa Wonorejo, Kec. Kencong terpaksa menjalani kesehariannya dengan udara yang tak sedap, dampak berdirinya sebuah kandang ayam petelur. Bukan hanya bau dari udara yang tak sedap, tak ketinggalan lalat pun mulai berdatangan.
“Rumah kami terpaksa harus selalu tertutup, kipas harus selalu menyala untuk mengantisipasi bau tak sedap dari kandang ayam itu,” ucap Totok sambil menunjukkan lokasi peternakan ayam yang persis berada di samping rumahnya, Senin (11/12) siang.
Parahnya lagi, dalam rumah Totok, ada seorang cucu nya yang masih berusia 2 tahun, tentu kondisi ini mengancam kesehatan yaitu dapat menimbulkan infeksi saluran pernafasan.
Kandang ayam petelur itu ternyata pemiliknya warga setempat, Zaenuri, seorang Guru salah satu SD berstatus PNS itu berada di tengah pemukiman padat penduduk, parahnya lagi pendirian kandang tersebut, menurut Totok tanpa melalui musyawarah dengan warga setempat.
Totok dan keluarga hanyalah satu dari 28 KK yang merasakan dampak bau tak sedap dari kandang ayam petelur yang berdiri sebulan terakhir.
“Apalagi kalau hujan turun, baunya sangat menyengat, harapan saya mewakili warga lainnya yang terdampak, kandang ayam petelur ini harus dibongkar atau dipindahkan,” harapnya.
Kepada media ini, Totok beserta warga akan melapor kepada instansi terkait. (Gun/Jie)












