Reporter: Ipul
Halsel Malut, Rabu (14/12/2016) suaraindonesia-news.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) beberapa waktu lalu di Desa Bori Kecamatan Bacan Timur Halmahera Selatan (Halsel) berujung aksi anarkis. Kandidat yang kalah, tak menerima hasil keputusan sengketa pilkades yang ditetapkan 12 Desember kemarin
Kandidat Kades Bori Nexen Miskin dan puluhan pendukungnya, merusak empat sekolah. Sekolah yang menjadi korban politik adalah SD Negeri Bori, SD Nurul Hasan, SMP Negeri 7, dan SMK Perkebunan Bori. Pantauan tim suara indonesia-news dua jendela di SDN Nurul Hasan rusak berat, jendela SDN Bori juga dirusak. Selain itu jendela, lemari, kursi dan meja di SMPN 7, juga hancur. Di SMK Perkebunan, kaca jendela di tiga ruang belajar dipecahkan. Akibat peristiwa ini sekolah untuk sementara diliburkan.
Ketua Yayasan Nurul Hasan, Muhammad Zaki Abd Wahab, menyayangkan aksi tersebut. pihak sekolah juga meliburkan siswa, dan meminta polisi menangkap oknum yang merusak sekolah.
“Seluruh kepala sekolah mengancam tidak akan mengajar sebelum pelaku dijebloskan ke penjara,” tutur Zaki. Dia mengaku kasus ini sudah dilaporkan ke polisi.












