Kakanwil Kemenkumham Jatim Bantah Ada Bandar Narkoba Dari Lapas Porong

Kakawin Kemenkum HAM Jawa Timur - Budi Sulaksana

Reporter : Adhi

Surabaya, Suara Indonesia-News.Com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Hak Asasi Manusia – Kakawin Kemenkum HAM Jawa Timur – Budi Sulaksana membantah adanya peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas, yakni atas nama Sodikin, seperti pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Budi Waseso.

Dalam keterangan persnya, Kakanwil Kemenkumham bersama dengan Kepala Devisi Pemasyarakatan dan Kepala Lapas Kelas I Surabaya mengungkapkan, bahwa napi atas nama Sodikin memang ada pada tahun 2008 dalam kasus Narkoba di Rutan Medaeng.

“Pernah ada napi bernama Sodikin kasus narkoba, diputus hukuman 6 bulan, dan sudah bebas tahun yang sama, 2008,” ujar Budi, Jumat (29/1/2016).

Kemudian pada tahun 2013, BNN menangkap pelaku tindak pidana narkoba bernama Sodikin alias Didos di daerah Tretes dengan barang bukti 7 kilogram sabu. Lapas Sidoarjo kemudian menerimanya tersangka, setelah melalui persidangan kemudian diputus hukuman seumur hidup.

Sementara itu, hasil klarifikasi petugas Lapas terhadap Sodikin alias Didos menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah putus hubungan dengan orang yang diduga bosnya yang bernama Eko Prasetyo. Yakni orang yang disebut sebut ada hubungannya atau kaitannya dengan pelaku EP.

Sejak September 2015, Jawa Timur sudah ada satgas Lapas di 7 Korwil, yang rutin melakukan operasi bersama dengan Polisi dan BNNP Jatim. Satgas ini bertujuan untuk meminimalisir peredaran narkoba yang diduga berasal dari jaringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here