Kajari Blora Gerah Tinggalkan Tempat Penyuluhan, Ini Kata Camat Cepu

oleh -24 views
Camat Cepu Djoko Sulistyo

BLORA, Rabu (01 November 2017) suaraondonesia-news.com – Camat Cepu Djoko Sulistyo, menepis jika dirinya dianggap menjadi penyebab gerahnya kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora Yulitaria SH, MH, hingga meninggalkan tempat penyuluhan.

Camat Cepu  Djoko Sulistyo menyampaikan bahwa Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Dana Desa (DD) Bagi Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua LKMD, Ketua TPK dan Bendahara Dana Desa Se kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa tengah, yang bertempat Di Hotel Arra Cepu, Selasa (31 Oktober 2017) dirinya mengaku sebagai undangan bukan panitia.

“Saya sendiri juga sebagai tamu undangan di dalam kegiatan itu, jadi tidak benar jika kepergian ibu kajari karena saya,” kata Camat yang akrab disapa Djoko itu.

Baca Juga: Penyematan Pita Kapolres Blora Dalam Apel Gelar Pasukan, Tandai Operasi Zebra Candi 2017 Dimulai 

Bahkan menurutnya, ia merasa senang dengan kehadiran Ibu kajari Blora. Dari itu dirinya juga mengaku bingung dengan kepergia kajari Blora yang dikaitkan dengan dirinya.

“Kami tidak punya alasan apapun karena kami dan staff kami tidak punya peran panitia, kami juga undangan,” tegasnya.

Bahkan, menurutnya, dirinya pun saat kepergian ibu kajari merasa bingung dan tanda tanya, namun karena dirinya bukan panitia dan hanya undangan, hanya merasa penasaran saja.

“Saya juga sempat bartanya-tanya ada apa dan mau kemana Ibu kajari, saya juga tidak tau mas,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kajari Blora Yulitaria, SH, MH, meninggalkan tempat Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Dana Desa (DD) Bagi Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua LKMD, Ketua TPK dan Bendahara Dana Desa Se kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa tengah, yang bertempat Di Hotel Arra Cepu, Selasa (31 Oktober 2017).

Baca Juga: Anang Budiarto: Proyek Pembangunan Tambak Jabung Sisir Paiton Tidak Miliki Ijin UPL Dan UKL 

Kedatangan Kajari dalam hal ini adalah menghadiri Undangan sebagai Nara sumber tapi Sesampainya di Ruang Kegitan di Hotel Arra, ia tidak disambut dengan sikap baik.

“Setelah menyalami kami dan rombongan langsung ditinggal begitu saja,” kata Yuli Panggilan akrabnya.

Ketika dikonfirmasi Yulitaria menyampaikan bahwa ia datang tepat waktu pukul 09.00 Wib.

“Saya lihat panitia tidak tepat waktu dan membiarkan nara sumber menungu tanpa ada kofirmasi kepastian kapan acara akan dimulai dan saya hanya menghimbau supaya bisa menghargai waktu,” ungkapnya. (Lukman/Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *