Kadis Pendidikan Langsa : Tawuran Pelajar SMAN dan SMKN Sudah Sering Terjadi

Puluhan Pelajar SMKN 2 Langsa menjalani pemeriksaan oleh petugas Polisi dan terlihat kaca jendela SMAN 1 Langsa pecah

Langsa-Aceh, Suara Indonesia-News.Com – Puluhan pelajar SMK Negeri 2 berhasil diamankan oleh pihak kepolisian Polres Langsa karena melakukan pelemparan kaca jendela SMA Negeri 1 Langsa hingga kaca jendela milik SMAN 1 pecah, Selasa (24/11).

“Pantauan Wartawan, pelajar yang berhasil diamankan sedang diberi binaan di aula SMKN 2 oleh petugas.

Waka Humas SMK Negeri 2 Langsa Rahimin ST saat ditemui awak media membenarkan, pelajar SMK Negeri 2 yang melakukan penyerangan terhadap SMA Negeri 1 Langsa hingga menyebabkan kaca jendela pecah.

Ia menyebutkan, aksi tawuran antar pelajar tersebut sudah terjadi pada sore hari kemarin, Senin (23/11) dan puncak masalahnya usai mengikuti turnamen sepak bola liga pelajar di stadion.

“Entah apa penyebabnya sehingga anak-anak SMKN 2 melakukan penyerangan terhadap SMAN 1, itu belum saya ketahui secara pasti” kata Rahimin.

Menurutnya, dari puluhan pelajar yang diamankan ini terdiri dari kelas I, II dan III.

“Tadi pagi sebagian pelajar masuk kesekolah seperti biasanya, namun tanpa diketahui oleh petugas keamanan sekolah mereka loncat pagar untuk keluar dan sebagian lagi pelajar sudah menunggu diluar sebelum melakukan penyerangan,” kata Rahimin.

Sementara dalam hal menyikapi penyelesaian kerusuhan pelajar SMKN 2 Langsa dengan pelajar SMAN 1 Langsa, ” Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa, Drs. H. Saifuddin Razali MM,Mpd, mengatakan, tawuran antara pelajar SMAN 1 dan SMKN 2 Langsa sudah sering terjadi.

“Sebelumnya juga pernah terjadi tawuran antara pelajar SMAN 1 dan SMKN 2 Langsa” kata Saifuddin Razali kepada awak media Selasa (24/11) via selulernya.

Dikatakan Saifuddin, dirinya sangat menyesalkan aksi tawuran yang terus terjadi dikalangan pelajar.

“Akibat lemparan batu yang dilakukan pelajar SMK, tiga pelajar SMA harus dilarikan kerumah sakit lantaran kena lemparan batu” kata Saifuddin Razali.

Ia menilai, pemicu terjadinya tawuran tersebut akibat kurang pe pengawasan dari pihak penyelenggara turnamen sepak bola liga pelajar.

Karena lanjutnya, aksi tawuran pertama terjadi di stadion usai ikut pertandingan sepak bola kemarin sore.

Syaifuddin Razali menyebutkan, apabila kedepan ada pertandingan-pertandingan seperti ini, dirinya akan ambil tindakan tegas dengan cara tidak memperbolehkan dua sekolah tersebut ikut pertandingan.

Saat ditanyai wartawan, apa motifnya sehingga terjadi aksi tawuran. Syaifuddin mengaku belum mengatahui motifnya.

“Saya belum tahu apa motifnya, yang tahu motif terjadinya tawuran tersebut adalah panitia pelaksana turnamen sepak bola tersebut” sebut Saifuddin Razali seraya menambahkan, akibat terjadinya tawuran, saat ini puluhan pelajar sedang diperiksa oleh pihak kepolisian.”Ujarnya.(Rusdi Hanafiah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here