Kadis Kominfo Provinsi Kepulauan Riau: Segera Beralih, Penghentian TV Analog Tinggal Hitungan Hari

oleh -142 views
Hasan Kadis Kominfo Provinsi Kepulauan Riau, Kembali Mengingatkan Masyarakat Untuk segera beralih dari TV Analog Ke TV Digital.

KEPRI, Senin (25/4/2022) suaraindonesia-news.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepri Hasan, kembali mengingatkan masyarakat untuk segera beralih dari TV Analog ke TV Digital.

Pasalnya, tepat tanggal 30 April 2022 nanti, siaran TV Analog yang selama ini ada sudah tidak bisa lagi dinikmati. Pemerintah telah menghentikan siarannya secara bertahap.

“Masyarakat jangan kaget, kalau nanti tidak bisa menikmati siaran televisi yang ada seperti saat ini. Karena mulai 30 April 2022 siarannya akan dihentikan. Kalau tetap bisa menikmati siaran televisi, segera beralih ke TV Digital dengan memasang alat khusus Set Top Box (STB),” kata Hasan.

Penjelasan itu disampaikan Hasan, saat dialog di TVRI Kepri bersama Ketua Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Kepri Hengky Mohari, dan Kepala Stasiun TVRI Riau Darma Setiawan, dengan tema ‘Detik-Detik Menuju ASO’, Senin (25/4/2022), di stasiun TVRI Kepri, Jalan Basuki Rahmat, Kota Tanjungpinang.

Hasan mendorong masyarakat untuk segera melengkapi pesawat televisi analog dengan STB, agar siaran TV Digital bisa diterima dengan baik atau mengganti televisi.

“TV Digital banyak keuntungannya. Selain bersih siarannya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya, juga bisa mendapatkan 23 siaran nasional. Sedang tv analog hanya bisa dua atau tiga siaran. Juga bisa mendorong tumbuhnya rumah produksi di daerah, karena membutuhkan siaran lokal,” ungkap Hasan.

Menurut Ansar Ahmad, ini bukti masyarakat Kepri sangat Kompetitif.

Selain itu, lanjut Hasan, bisa menyebarkan informasi pemerintah terkait pembangunan dan perkembangan berbagai sektor dengan cepat ke masyarakat.

Kendati mengajak masyarakat berpindah ke tv digital, bukan hal mudah, tetapi Hasan meyakinkan, bahwa Pemprov Kepri sangat siap menjalankan program Pemerintah Pusat tersebut.

Kesiapan yang sama juga disampaikan oleh Ketua KPID Kepri Hengky Mohari. Bahkan kata Hengky, KPID sudah memulai sosialisasi tersebut sejak 2019.

Henky juga mengajak masyarakat yang bergerak dalam industri kreatif untuk memanfaatkan 10 persen kebutuhan konten lokal yang bisa ditayangkan di tv digital.

“Begitu juga dengan pemerintah. Sangat bisa sekali memanfaatkan kuota 10 persen untuk sosialisasi berbagai program dalam memenuhi konten lokal. Seluruh lembaga penyiaran ada kewajiban 10 persen menayangkan konten lokal itu,” jelas Henky.

Kepala stasiun TVRI Riau Darma Setiawan, bahkan berterus terang bahwa stasiunnya yang tayang 24 jam sangat butuh konten lokal.

“Sebagai televisi pemersatu bangsa yang sampai ke pelosok nusantara, kami sangat siap menyambut tv digital ini. Dan sangat menerima dengan senang hati konten-konten lokal yang dibuat oleh orang-orang kreatif di Kepri ini,” tutup Darma.

Reporter : Anwar
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan