Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanPemerintahan

‎Kadinkes Sumenep Apresiasi Inovasi “Siput Daku Rindu” Puskesmas Rubaru

Avatar of admin
×

‎Kadinkes Sumenep Apresiasi Inovasi “Siput Daku Rindu” Puskesmas Rubaru

Sebarkan artikel ini
IMG 20250701 215828
‎Foto : Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah. (Foto: Ari/Suara Indonesia).

SUMENEP, Selasa (01/07) suaraindonesia-news.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberikan apresiasi terhadap langkah inovasi layanan kesehatan dari Puskesmas Rubaru bertajuk “Siput Daku Rindu” (Siap Jemput Dahak Terduga TBC Paru di Pelayanan ILP Posyandu).

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan terobosan penting dalam mendukung program prioritas nasional penanggulangan tuberkulosis (TBC).

‎Menurutnya, pendekatan jemput bola yang dilakukan Puskesmas Rubaru mampu mempermudah akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat dengan dugaan TBC paru.

‎“Kami sangat mengapresiasi hadirnya inovasi ‘Siput Daku Rindu’. Program ini sejalan dengan skala prioritas nasional dalam pengendalian TBC. Dengan layanan jemput dahak seperti ini, masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan, dan tentunya sangat bermanfaat bagi pasien TBC,” ujar drg. Ellya, Selasa (1/7/2025).

‎Ellya menambahkan, inovasi tersebut tentunya telah adanya koordinasi yang baik antara Puskesmas Rubaru dan bidang teknis terkait di lingkungan Dinkes Sumenep.

Baca Juga :  ‎“Siput Daku Rindu”, Inovasi Puskesmas Rubaru Permudah Deteksi Dini TBC di Posyandu

‎Dirinya juga memastikan akan terus memberikan dukungan penuh melalui proses monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan inovasi ini di lapangan.

‎“Kami akan terus mendampingi dan memantau jalannya program ini karena penanganan TBC merupakan prioritas. Selain itu, evaluasi kinerja akan kami lakukan untuk melihat sejauh mana efektivitas program ini dalam membantu masyarakat,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, ia mendorong seluruh Puskesmas di Sumenep untuk saling berbagi praktik baik dan mengembangkan inovasi serupa yang sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing.

‎“Setiap Puskesmas tentu punya inovasi. Tinggal bagaimana inovasi-inovasi ini dibagikan dan dikembangkan bersama. Harapannya, seluruh Puskesmas bisa melayani masyarakat dengan lebih cepat, tepat, dan humanis,” kata dia.

‎Ellya juga menyiapkan langkah strategis berupa pendampingan berkelanjutan kepada Puskesmas dalam proses inovasi, termasuk dukungan terhadap hasil kegiatan yang telah dijalankan.

‎”Kami akan terus mendorong agar setiap Puskesmas memiliki semangat yang sama untuk berinovasi,” tutupnya.