JEMBER, Rabu (15 November 2017) suaraindonesia-news.com – Kepala Desa Kasiyan Timur, Kec. Puger, Hariyanto mengaku masih belum menerima juklak-juknis dari Ambulance Desa yang diterimanya dari Bupati, sehingga dia bingung mengenai sumber anggaran untuk operasional mobil kesehatan dari Program Pemkab Jember, Satu-Desa Satu-Ambulance ini.
Menurutnya, Ambulance Desa ini setidaknya butuh biaya operasional, biaya perawatan, serta upah tenaga supir.
“Operasional seperti bahan bakar, biaya perawatan, gaji supir, apakah dilimpahkan ke Desa atau Puskesmas, kalau memang dilimpahkan ke Desa, maka akan kami Perdeskan,” kata Kades Kasiyan Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jember, dr. Siti Nurul Qomariyah mengatakan bahwa operasional Ambulance Desa itu ditanggung oleh Dinas Kesehatan Jember.
“Anggaran operasionalnya semua diambilkan dari Dinas Kesehatan, BBM, perawatan mobil juga supir,” terang Nurul kepada media ini, Selasa (14/11).
Baca Juga: Kades Sumberjambe Tak Terima Penempatan Ambulance Desa, Berikut Jawaban Kadinkes Jember
Sementara untuk Tenaga Kesehatan yang disiagakan untuk Ambulance Desa, Nurul mengatakan bahwa akan diambilkan dari Tenaga Kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu).
“Kita itu kan masing-masing sudah ada petugas kesehatan di wilayah desa, ada Pustu, Polindes, Puskesdes, istilahnya ada penanggung jawab wilayah, nah tenaga itu nantinya diberdayakan untuk penanganan menggunakan ambulance desa,” lanjutnya.
Untuk tenaga supir, lanjut Nurul, Dinkes yang akan menyediakan supir berkompeten untuk ambulance.
“Supirnya dari kami, tentunya sudah kami latih dulu, sehingga kompeten untuk kendaraan ambulance,” tukasnya. (Guntur/Jie)












