Kadindik Lumajang : Kalau Ada Revisi, Jalur Prestasi Bisa 15 Persen

LUMAJANG, Jumat (21/6/2019) suaraindonesia-news.com – Dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang, Siswanto, kalau ada penambahan kuota melalui jalur prestasi, antara 5-15 persen kuota rombongan belajar.

Kata Siswanto, hal itu disebabkan ada instruksi dari Presiden Jokowi untuk merevisi Permendikbud 51/2018 tentang PPDB, yang menuai sejumlah protes dari sebagian wali murid disejumlah daerah.

“Menurut infonya ada perubahan khusus di jalur prestasi, yang sebelumnya ada jatah kuota 5 persen akan naik menjadi 15 persen,” kata Siswanto.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu instruksi dari pusat. Apa nanti Permemdikbud tersebut direvisi atau tidak. “Kalau tidak ada revisi ya tetap menggunakan jatah 5 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, seperti dikutip dari jawapos.com bahwa Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) merevisi Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB. Khususnya, mengenai kuota jalur prestasi.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi menuturkan, berdasar arahan Presiden Joko Widodo, aturan itu harus lebih fleksibel. Terutama pada jalur prestasi.

“Pak Menteri sampaikan agar jalur prestasi luar zonasi dibuat range-nya antara 5 persen sampai dengan maksimal 15 persen. Artinya, diperbanyak,” ujarnya.

Penambahan kuota jalur prestasi tersebut merupakan respons atas aspirasi orang tua peserta didik. Masih ada orang tua yang tidak rela anaknya yang dianggap cerdas dan berprestasi, tetapi tidak bisa menempuh jalur prestasi lantaran kuota tidak cukup.

Didik berharap penambahan kuota itu bisa mengatasi persoalan di daerah-daerah yang mungkin belum tuntas dengan jalur prestasi kuota 5 persen. Revisi Permendikbud 51/2018 tersebut sudah ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy.

“Saat ini prosesnya sudah menuju Kemenkum HAM untuk disahkan. Semoga besok bisa jalan,” bebernya.

Begitu proses pengesahan tuntas, Didik menyampaikan bahwa surat tersebut akan segera diedarkan ke daerah-daerah yang memiliki persoalan pada kuota jalur prestasi. “Daerah-daerah yang tidak bermasalah ya tidak perlu,” tambahnya.

Dengan penambahan kuota jalur prestasi luar zona, kuota zonasi yang sebelumnya 90 persen, kata Didik akan disesuaikan.

Seperti dikutip dari detik.com bahwa soal PPDB 2019, Presiden Jokowi meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk mengevaluasi kebijakan tersebut. “Sudah saya perintahkan kepada menteri untuk dievaluasi,” kata Jokowi ditemui wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (21/6) pagi tadi.

Jokowi mengatakan evaluasi perlu dilakukan. Sebab, dia menilai antara kebijakan dengan kondisi di lapangan bisa berbeda. “Karena antara kebijakan dan lapangan bisa berbeda. Dan setiap daerah memiliki karakter yang berbeda beda. Sudah saya perintahkan dievaluasi,” paparnya.

Seperti diketahui, jalur zonasi dalam PPDB menuai protes orang tua murid. Sistem zonasi ini sebelumnya diterapkan untuk mengatasi ketimpangan kualitas sekolah satu dengan yang lainnya.

Jokowi pun sebelumnya telah merespon keluh kesah warga. Dia mengakui, sistem itu perlu dikaji ulang karena menimbulkan banyak masalah. “Tanyakan kepada Menteri Pendidikan. Memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi,” kata Jokowi menegaskan.

Reporter : Fuad
Editor : Agira
Publiser : Mariska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here