Reporter: Inro
JAMBI, Senin (3/4/2017) suaraindonesia-news.com – Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi (BPS) mengeluarkan berita resmi statistik kepada insan media serta Instansi SKPD yang terkait, Senin (03/04) di aula BPS Provinsi Jambi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Totok Abdul Fatah Kabid Distribusi mewakili Kepala BPS Provinsi yang berhalangan hadir.
Dikatakan Totok abdul Fatah, Maret 2017 yang lalu Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0.31 persen dan Kabupaten Bungo inflasi sebesar 0.71 persen.
“Untuk indeks harga konsumen (IHK) Kota Jambi sebesar 126.13 dan IHK Kabupaten Bungo tercatat sebesar 126.23,”terangnya.
Inflasi di Kota Jambi dan Kabupaten Bungo terjadi pada 6(enam) kelompok pengeluaran barang dan jasaa karena adanya kenaikan indeks.
“Kelompok pengeluaran dari enam barang dan jasa meliputi, kelompok bahan makanan sebesar 0.67 persen, makanan jadi minuman rokok dan tembakau sebesar 0.21 persen,”jelasnya.
Dilanjutkannya, kelompok perumahan listrik air dan gas sebesar 0.23 persen, sandang sebesar 0.48 persen, kesehatan sebesar 0.18 persen, pendidikan rekreasi dan olah raga sebesar 0.57 persen.
“Bahan makanan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.1609 persen komoditas yang memberikan sumbangan inflasi, bayam, bawang merah, kangkung, hingga sampai jengkol,”urainya.
Makanan jadi, rokok dan tembakau, rokok kretek filter, rokok putih, kretek, dan kopi bubuk.
Untuk perbandingan inflasi antar kota IHK di pulau sumatera, Peringkat pertama dipegang oleh Kabupaten Bungo sebesar 0.71 persen dan IHKnya 126.23, sedangkan Kota Jambi peringkat ke-4 sebesar 0.31 persen dan IHKnya 126.13 persen
