BALIKPAPAN, Senin (9/3) suaraindonesia-news.com – Wajah transportasi publik di Kota Balikpapan semakin modern dan inklusif. Kini layanan bus Balikpapan City Trans (Bacitra) resmi mengoperasikan zona khusus pick up (penjemputan) dan drop off (penurunan) di area Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, terhitung mulai Senin, (9/3).
Kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat yang menginginkan akses transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi langsung dari pintu gerbang udara kota.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadhli Faturrahman, mengungkapkan bahwa sebelumnya layanan Bacitra di bandara masih terbatas. Selama ini, bus kebanggaan warga Balikpapan tersebut hanya diperbolehkan menurunkan penumpang tanpa bisa melakukan penjemputan di area bandara.
“Peluncuran zona pick up dan drop off Bacitra ini merupakan momen yang sangat kita tunggu-tunggu. Sekarang, warga tidak hanya bisa diantar sampai bandara, tapi juga bisa langsung menggunakan Bacitra saat baru mendarat di Balikpapan,” ujar Fadhli.
Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Tingginya minat masyarakat menggunakan Bacitra menjadi indikator bahwa warga Balikpapan mulai sadar akan efisiensi transportasi umum. Dishub menilai, kenyamanan fasilitas di bandara akan menjadi kunci utama agar masyarakat semakin mantap beralih dari kendaraan pribadi.
“Antusiasme warga sangat tinggi. Jika minat ini terus kita barengi dengan peningkatan fasilitas layanan seperti hari ini, saya yakin Bacitra akan menjadi pilihan utama bagi pengguna jasa transportasi di Balikpapan,” tambahnya.
Seiring dengan status Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), penguatan sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan menjadi sebuah keharusan. Integrasi antarmoda mulai dari bandara hingga transportasi perkotaan adalah fondasi utama dalam mendukung konektivitas menuju IKN ke depannya.
Fadhli menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pihak bandara, dan operator merupakan resep utama dalam membangun ekosistem transportasi modern.
“Harapan kita, ke depan konektivitas transportasi akan semakin kuat, termasuk integrasi dari Balikpapan menuju IKN. Ini adalah langkah nyata mewujudkan sistem mobilitas yang tertib, aman, dan berkelas dunia,” pungkasnya.












