Kaban Kesbangpol Membuka Secara Resmi Kegiatan Penguatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan

oleh -45 views

Reporter: Inro

Jambi, Kamis (15/12/2016) suaraindonesia-news.com – Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jambi, Ali Dasril membuka secara resmi kegiatan penguatan pendidikan wawasan kebangsaan Kamis(14/12) Aula Kesbangpol Provinsi Jambi.

Turut mendampingi Sekretaris Badan Kesbangpol, Badawi, Suherman Kabid Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan.
Dikatakan Ali Dasril, terwujudnya tenaga-tenaga terlatih di bidang pendidikan wawasan kebangsaan (PPWK) khususnya bagi guru SMP dan SMA, Kesbangpol Kabupaten Kota, Universitas Jambi, Unbari, Kampus Stmik Nurdin.

“Tujuan pendidikan wawasan kebangsaan adalah memberikan pemahaman khususnya kepada generasi muda tentang cara pandang yang dilingkupi rasa kebangsaan dan semangat kebangsaan dalam upaya mewujudkan cita-cita nasional,” terangnya.

Secara garis besar wawasan kebangsaan memiliki 3(tiga) komponen utama, pertama, Paham kebangsaan, tercermin pada perasaan rakyat, masyarakat dan bangsa terhadap kondisi bangsa dan Negara Indonesia yang diploklamirkan kemerdekaannya.

Kedua, Rasa kebangsaan, pada dasarnya berada pada kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang timbul karena adanya kesamaan budaya, sejarah dan aspirasi perjuangan.

Ketiga, Semangat kebangsaan, tercermin pada tekad untuk menyatukan rasa kebangsaan dan paham kebangsaan Indonesia sehingga menimbulkan tekad sejati untuk membela dan rela berkorban bagi kepentingan bangsa dan Negara.

“Saat ini dikuatirkan rasa kebangsaan di kalangan masyarakat dan generasi muda sudah mulai memudar,”jelasnya.

Sementara itu Dikatakan Badawi, kegiatan ini merupakan pengembangan wawasan kebangsaan, diperlukan kesadaran bagi segenap komponen bangsa dalam 4 pilar, menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI.

“PPWK ini bertujuan meningkatkan peran dan fungsi peran serta dari pendidikan penguatan wawasan kebangsaan Se-Provinsi Jambi, mendorong semangat peserta untuk persatuan dan kesatuan bangsa,”ujarnya.

Sedangkan para peserta ada sebanyak 80 orang, aparatur pemerintah 20 orang, dosen dan guru SMA/SMP 30 orang, tokoh masyarakat 15 orang dan ormas 15 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *