Jual Okerbaya, Seorang Pelajar di Kota Probolinggo Diringkus Polisi

oleh
Para tersangka budak okerbaya dan narkotika diringkus Sat Resnarkoba Polres Probolinggo Kota.

PROBOLINGGO, Senin (9/12/2019) suaraindonesia.news.com – Jajaran Sat Resnarkoba Polres Probolinggo Kota, Jawa Timur, meringkus seorang pelajar yang masih duduk dibangku klas 11 berinisial ‘IA’ yang terbukti mengedarkan obat keras berbahaya (Okerbaya) jenis Trihexiphenidyl dirumahnya.

IA ditangkap petugas Sat Resnarkoba dirumahnya saat melakukan transaksi. Dengan barang bukti yang berhasil disita oleh petugas berupa 1230 butir okerbaya jenis trihexiphenidyl, dan sebuah HP merk samsung warna putih yang digunakan tersangka dalam melakukan aktivitas haramnya.

IA karena usianya sudah 18 tahun walaupun dia statusnya masih pelajar tetap diproses secara prosedur sesuai ketentuan UU yang berlaku. Tersangka IA ini menjual barang haramnya dirumahnya. Sementara pembelinya ada masyarakat umum dan juga dari kalangan pelajar. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Disini penyidik masih melakukan pendalaman, dan berupaya untuk mengungkap.

Karena perbuatannya, IA diancam pasal 196 ayat (1) dan pasal 197 ayat (1) UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp1,5 Milliar,” ujar Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Imam Pauji, mewakili Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi saat konfersensi pers, Senin (9/12/2019) siang.

Selain menangkap tersangka IA, lanjut Wakapolres Kompol Imam Pauji, Sat Resnarkoba juga menangkap 3 (tiga) tersangka pengedar okerbaya lainnya, yakni ; AD, PR dan MA. Disamping itu, Sat Resnarkoba juga menangkap 3 (tiga) tersangka narkotika jenis sabu-sabu. Tiga orang tersangka sabu-sabu ini berinisial H, R dan Kh.

Imam Pauji menegaskan, untuk tersangka kasus edar farmasi berinisial dikenakan pasal 196 dan 197 ayat (1) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp1,5 Milliar.

“Sedang untuk tersangka narkotika jenis sabu-sabu berinisial H, R dan Kh dijerat pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 4 tahun penjara, dan denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp 8 Milliar, tegasnya.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *