Jika Ada Petugas PLN Gadungan, Warga Wajib Lapor Polisi

LUMAJANG, Minggu (30/12/2018) suaraindonesia-news.com – Adanya sejumlah keluhan warga, atas kelakuan petugas PLN gadungan, Manager UPT Area Lumajang, Agus angkat bicara akan hal itu.

Kepada media ini, Agus mengucapkan terima kasih atas informasinya, sebab disini ada partisipasi masyarakat dalam mengungkap persoalan penipuan berkedok petugas PLN.

“Jadi setiap ada pemeriksaan mohon pelanggan menanyakan, beberapa hal, antara lain identitas petugas dan KTA nya, Surat Tugas dari instansi PLN, telpon petugas atau kantor PLN untuk meyakinkan bahwa betul betul petugas asli,” jelas Agus saat dimintai keterangan oleh awak media ini, petang tadi.

Namun setiap ada kelainan, tidak diselesaikan atau damai ditempat, menurut Agus itu adalah contoh petugas gadungan dan segera laporkan polisi itu adalah tindakan penipuan.

“Kami mengucapkan terima kasih bila peran masyarakat ikut aktif mencegah penipuan yang mengatas namakan PLN,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sebuah akun facebook “Cahya Galeri Raudhah” yang meminta untuk memviralkan tindak penipuan berkedok petugas PLN yang mengganti meter listrik.

Dalam akun tersebut tertulis : “Viralkan !!!! Ini Penipuan Baru. Jika kedatangan Bapak-bapak seperti di foto langsung usir saja.
Kejadiannya tadi siang saat nyokab sendirian di rumah.datang tiga orang katanya dari PLN, memeriksa spedometer listrik, menyuruh nyokab menyalakan seluruh lampu rumah, mesin cuci dan TV, terang saja nggejlek (istilah jawa).

Lalu dengan alasan spedo sudah lama dan harus ganti para bapak itu meminta tanda tangan, katanya persetujuan untuk mengganti spedo. Namun salah satu bapak sudah membongkar bagian bawahnya.

“Untung saya datang tepat waktu, saya tanya detail mereka darimana, apakah ada ijin surat, jawabannya ngambang dan mulek (jawa lagi).
Intinya harus tanda tangan penggantian spertpart, besok kertas yang sudah bertanda tangan itu harus dibawa ke PLN pusat campur. Saya kekeuh saya suruh nyokab pergi ke tetangga, saya bilang jika memang harus ganti kenapa harus rumah kami saja, silahkan bapak periksa spedo orang lain bahkan seluruh desa baru kembali ke sini buat mencongkel spedo kami. soalnya saya juga mau pergi dengan nada sedikit tinggi,” ungkap penulis akun FB tersebut.

“Lha kl ndak mau tanda tangan nanti diputus listriknya,” kata bapak petugas tadi.

“Silahkan pak,” kataku, semakin mencurigakan lagi saat saya ceklik (ambil foto), mereka berusaha menutup wajah.

“kita bawa polisi mbak,” kata bapak tadi manambahkan.

“Silahkan disuruh keluar pak polisinya jangan cuman di dalam mobil,” kataku lagi.

Mereka diam, ada yang pura-pura sibuk dengan HP nya.

Selidik punya selidik ternyata penipuan modus baru, mereka mengoboh spedo lalu memaksa pemilik rumah untuk menandatangani pernyataan bahwa telah mencuri meter dan dendanya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Bukan hoax, nyata hari ini. #copas dari teman sebelah.

Ada info juga, dari salah seorang pemilik akun fb, bahwa hal seperti ini, sempat terjadi juga di Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Reporter : Fuad
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here