Jemput Bola, Guru dan KPU Jatim Lakukan Sosialisasi Pilkada 2018 di Kalangan Pelajar

Foto: Sosialisasi pilkada ala pemilihan osis. (Foto: Adi Wiyono/SI)

KOTA BATU, Kamis (24 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) serentak, baik pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati yang akan digelar pada pertengahan tahun 2018 nanti, kini Guru dan KPU Jatim sudah getol melakukan sosialisasi kepada para pelajar, dengan harapan mereka memahami akan pentingnya berdemokrasi serta meminilalisir golput diklangan pelajar

Di SMA 02 Batu sosialisasi Pilkada 2018 dilakukan dengan model pemilihan Osis dengan harapan Masyarakat bisa berkontribusi dengan sekolah dan juga sebaliknya, Sehingga nantinya para siswa melakukan pemilihan umum secara benar.

“Pada pemilihan ketua Osis kali ini, kita dapat mengimplementasikan secara riilkan pelaksanaan pemilihan umum, ini lebih aspiratif selangkah lebih maju dari pilihan umum, karena kita jemput bola” kata Pamor Patriawan Kasek SMAN 02 Batu saat ditemui Kamis (24/8).

Dalam pemilihan ketua Osis, kata Pamor modelnya persis seperti yang diselenggarakan KPU, ada saksi, dan ada KPPSnya dan Pengawasnya sehingga mereka dalam menghadapi Pemilu mendatang mereka memahami benar akan pentingnya berdemokrasi.

“Semua disini penyelenggaranya netral, bahkan sebelum digelar pemilihan para kandidat juga melakukan kampaye, ini sebagai bentuk memberikan pemahaman kepada siswa,” Jelasnya.

Menyikapi adanya sosialisasi Pilkada 2018 yang dilakukan di sekolah, KPU Jatim mengucapkan banyak terima kasih, Eko Sasmito Ketua KPU Jawa Timur saat ditemui usai rapat koordinasi KPU Jatim dengan Polda Jatim di Hotel Golden Pluit Kota Batu, Kamis (24/8) mengatakan Sosialisasi pemilih pemula ditingkat pelajar itu sangat penting. Baca Juga: Diduga Tak Kantongi IMB, Satpol PP Segel Balai Desa Mojorejo

“Kalau adik-adik melakukan pola sosialisasi itu kita berterima kasih, itu adalah bagian dari sosialisasi, ini adalah bagian sosialisasi KPU Propinsi, kita bisa kerja sama apa bentuknya, modelnya bagaimana, kita mendukung dan mengapresiasi adik-adik SMA yang melakukan program-program ini,” Jelas Eko.

Menurutnya, memang ada beberapa program KPU itu dalam sosialisasi, program perioritas, pertama pada segmen pemilih pomula diantaranaya pelajar, ini lebih banyak dilakukan sosialisasi.

Lanjutnya, kedua segmen pada pemilih perempuan. Ketiga masyarakat pinggiran, karena mereka tidak mampu secara ekonomi maupun secara politis, dan keempat itu tokoh-tokoh agama, ulama dan Kiyai dan Kelima kaum distabilitas dalam hal ini atau pemilu ingklusif,(Adi Wiyono)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here