Jember Capai 50 Persen Target Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Bupati Jember, dr. Faida berbincang dengan Kepala KPwBI Jember, Hestu Wibowo saat acara Road to 5th ISEF di Jember. (Foto: Humas Pemkab Jember)

JEMBER, Senin (3/12/2018) suaraindonesia-news.com – Market share ekonomi dan keuangan berbasis syariah di Kabupaten Jember mencapai 4,26 persen. Sementara target dari masing-masing Kabupaten/Kota secara nasional yaitu 8,64 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jember dengan memanfaatkan perbankan syariah masih 4.26 persen, selebihnya dikuasai konvensional. Sedangkan target nasional untuk masing-masing daerah yaitu 8.64 persen,” terang Hestu Wibowo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember pada acara road to 5th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang digelar di salah satu Pusat Perbelanjaan di Jember, Minggu (2/12/2018).

Melihat kondisi Jember yang mayoritas penduduknya agamis, lanjut Hestu, model syariah seharusnya menjadi daya tarik tersendiri.

“Penyebabnya pemahaman masih belum merata, kami juga terus sosialisasikan, bahkan juga ke Pesantren,” lanjutnya.

Hestu berharap angka tersebut dapat meningkat mengingat target tahun depan sebesar 10 persen.

Menanggapi target tersebut, Bupati Jember, dr. Faida optimis Jember dapat mencapainya, mengingat mayoritas penduduk adalah masyarakat agamis.

“Saya yakin setelah ada sosialisasi lebih luas, akan banyak masyarakat tertarik kepada Bank Syariah,” ucap Bupati Faida optimis.

Mengenal perbankan syariah, ada satu poin mendasar yang menonjol dari lembaga keuangan berbasis syariah dibanding konvensional ialah adanya penerapan akad syariah sesuai yang dianut dalam Agama Islam, akad tersebut ialah akad bagi hasil yang kemudian menjadi pembeda dari konvensional.

Kepala Cabang BPRS Bhakti Sumekar cabang Jember, Bustanul Ulum menerangkan bahwa dengan adanya akad bagi hasil, maka tidak ada batasan maksimal maupun minimal mengenai manfaat yang akan diterima oleh nasabah, karena laba perbankan syariah dibagi rata dengan para nasabahnya.

“Perbedaan mendasar yaitu adanya akad bagi hasil, dimana laba perusahaan perbankan syariah dibagi kepada para nasabahnya, syariah tidak ada batasan persentase manfaat yang akan diterima nasabah atas tabungannya, jadi dalam model konvensional dikenal dengan bunga, kalau dalam model syariah ialah bagi hasil yang sah menurut Islam,” terang Ulum.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here