Jelang Pilgub Jabar, DPP Golkar Kembali Pertontonkan Dagelan

Samsul Hidayat Kader Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Sekjen PPK Kosgoro 1957.

BOGOR, Rabu (11/10/2017) suaraindonesia-news.com – Pasca ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar Jawa Barat menyambangi Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi Jakarta Barat, dan rapat Tim Pilkada DPP Golkar yang dipimpin Nurdin Halid telah memutuskan kembali kepada keputusan pleno tanggal 1 Agustus yaitu mencalonkan Dedi Mulyadi (Ketua DPD Golkar Jabar/Bupati Purwakarta).

Namun akhir-akhir ini aroma DPP Golkar mengingkari hasil rapat tim pilkada tersebut mulai tercium merebak.

Hal tersebut ditenggarai dengan keluarnya beberapa pernyataan Korbid Pemenangan Indonesia 1 Jawa-Sumatera Nusron Wahid yang menyampaikan simulasi pilkada jabar yaitu ada 3 opsi Ridwan Kamil – Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil – Danil Mutaqin dan Dedi Mizwar – Dedi Mulyadi.

Tentu saja hal tersebut kembali membuat kader Golkar di Jawa Barat meradang.

“DPP Golkar kembali mempertontonkan dagelan, ini sudah jelas hanya upaya buying time dimana mereka akan tetap mencalonkan Ridwan Kamil yang entah kader partai mana dan menyingkirkan Dedi Mulyadi yang jelas kader Golkar,” demikian menurut Samsul Hidayat Kader Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Sekjen PPK Kosgoro 1957.

Samsul menambahkan alasan mendasar DPP Golkar tetap ngotot mencalonkan Ridwan Kamil karena tidak berani membantah arahan Jokowi untuk mencalonkan Ridwan Kamil yang ditenggarai sebagai upaya pemenangan Pilpres 2019 di Jawa Barat.

Jokowi sangat risau dengan hasil Pilpres 2014 di Jawa Barat dimana kemenangan untuk pasangan Prabowo-Hata mencapai 63% skore tertinggi secara nasional.

“Kalau dugaan itu benar sebagai kader tentu sangat prihatin dan sedih, Partai sebesar Golkar harus tunduk dan diatur oleh pihak eksternal, sama sekali tidak punya harga diri,” ungkapnya.

Ditambahkan Samsul, bahwa berbagai cara akan dilakukan oleh DPP Golkar untuk menyingkirkan Dedi Mulyadi demi menyenangkan Jokowi dan Partai Nasdem, mulai dari mengiming imingi Dedi jadi Wakil Menteri mungkin sampai cara radikal akan dilakukan, sungguh tragis.

Pertanyaan yang menggelitik tentunya ada dengan PDIP? Bukan kah Jokowi merupakan petugas partai dari PDIP? Akan sangat mudah tentunya apabila Ridwan Kamil maju dari PDIP karena tanpa koalisipun kuotanya sudah cukup apalagi dengan Nasdem.

Padahal Dedi Mulyadi Selama memimpin Golkar Jabar, kata Samsul, elektabilitas Golkar meningkat di Jawa Barat dalam dua tahun terakhir.

“Sejak dipimpin oleh Kang Dedi Mulyadi, Golkar di Jawa Barat terus mengalami kenaikan elektabilitas. Berdasarkan survei CSIS itu dari 8,6% kini naik menjadi 18,9%. Ini sebuah prestasi yang luar biasa, maka seharusnya seluruh stakeholder partai agar kembali kepada konstitusi dan memberikan reward and punishment kepada Kadernya yang berprestasi, bukan malah menyingkirkan,” tuturnya.

Menurut dia, sebagai partai modern, Golkar memiliki sistem yang harus dipatuhi dalam setiap pengambilan keputusan baik teknis maupun strategis.

“Mari kita kembali kepada AD/ART, Peraturan Organisasi dan Petunjuk Pelaksanaan dalam setiap pengambilan keputusan. Kita punya konstitusi. Jangan sampai peraturan dibuat untuk dilanggar, itu kan tidak bagus,” katanya menambahkan.

Kader Partai Golkar di Jawa Barat menurut Samsul, juga menginginkan agar partai mendorong kader internal berprestasi dalam setiap kontestasi politik terutama Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Menurut dia, reward and punishment sebagai bagian dari penilaian kinerja kader harus dijalankan secara konsisten. (Iran/Iwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here