KOTA BATU, Senin (14/5/2018) suaraindonesia-news.com – Pegiat Jaringan Gusdurian Kota Batu, Minggu (13/5/2018) malam menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di Alun-alun kota Batu. Aksi dan doa bersama itu untuk para korban bom di tiga Gereja di Surabaya.
Selain menggelar aksi solidaritas pegiat Jaringan Gusdurian itu juga melakukan pernyataan sikap salah satunya mengutuk aksi teror bom di tiga gereja di surabaya.
Salma Safitri koordinator Pegiat Gusdurian kota Batu saat ditemui, Senin (14/5/2018) pagi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan aksi solidaritas dan doa bersama dengan masyarakat kota Batu di alun-alun-alun kota Batu.
Dalam aksi itu pegiat Gusdurian dan masyarakat kotaBatu, turut berbelangsungkawa yang mendalam terhadap keluarga dan korban tragedi bom gereja yang meninggal dunia maupun yang menderita luka-luka.
https://youtu.be/254DAIJzNgk
“Kami Mengencam keras aksi terorisme dengan dalih apapun sebagai sebuah perbuatan yang biadab dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan,” Kata Salma.
Meski demikian, dengan adanya aksi teror, Komunitas yang mempraktekkan 9 Nilai pemikiran Gus Dur ini tidak takut terhadap ancaman ataupun tekanan dari pelaku teror.
“Kami melawan semua upaya radikalisme yang berusaha melemahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.
Dalam pernyataan sikap itu, kata Salma, Pegiat Jaringan Gusdurian juga mendorong setiap pemeluk agama dan kepercayaan agar tetap tenang dan menjalankan kegiatan ibadah sebagai hak semua warga negara yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Repulik Indonesia.
Berikutnya, Gusdurian bersama seluruh elemen anak bangsa akan berada bersama Polri dan meminta Polri sebagai institusi keamanan untuk wajib melindungi seluruh tumpah darah Indonesia serta menjamin keamanan dalam menjalankan kehidupan beragama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
“Kami tidak takut dengan terorisme dan akan melawan radikalisme untuk memastikan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap berdiri teguh dengan berlandaskan pada Pancasila dan prinsip Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Salma.
Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Imam












