Jaring Bibit Atlet, KONI Berencana Teken MoU Dengan Disdikbud

oleh -44 views
Foto : Audensi KONI Kota Probolinggo dengan Disdikbud dalam rangka rencana kerjasama menjaring bibit-bibit atlet.

PROBOLINGGO, Kamis (14/10/2021) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka menjaring bibit-bibit atletik yang berprestasi dan untuk mewujudkan Kota Probolinggo sebagi Kota seribu atlet, KONI Kota Probolinggo berencana akan melakukan MoU kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota setempat.

Rencana kerjasama MoU tersebut diawali dengan audensi Ketua umum KONI Kota Probolinggo bersama jajaran KONI kepada Kepala Dinas Dikbud K Kota Probolinggo, HM Maskur.

Audensi yang digelar di aula Kantor Disdikbud pada Rabu (13/10/21) sore itu juga dihadiri Sekretaris Disdikbud, Agus Litanta, Kabid SD-SMP Siti Romlah, Kabid Kebudayaan, Sardi, Kasi sarana prasarana, Kepala SMPN-3 Sumantri, Koordinator pengawas Paud – SD – SMP Suparno, serta K3S SD. Semua ini dihadirkan agar kedepan setelah ada adanya MoU terjalin sinergitas, harmonisasi antara KONI dengan Disdikbud.

Terkait rencana kerjasama tersebut, Ketua Umum KONI Kota Probolinggo Rahardian Juniardi menyatakan, KONI dalam menjaring bibit-bibit atlet tidak ada artinya kalau tidak ada dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Karena KONI Sifatnya adalah pembibitan dan pembinaan, amatir bukan profesional.

“Karena hampir semua calon atlet atau atlet yang kita bina itu masih berstatus pelajar yang masih mengenyam pendidikan di Sekolah. Karena itulah kita (KONI) sangat membutuhkan sinergitas dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Rahardian.

Rahardian katakan, dalam rencana kerjasama ini yang pertama adalah pengenalan cabang olahraga (Cabor) kepada anak pendidikan usia dini (Paud) baru kemudian pembibitan setelah menginjak usia 9 tahun. Dia katakan juga pembibitan atlet di KONI Kota Probolinggo berhenti cukup panjang atau stagnan karena dampak terimbas pandemi Covid-19. Sehingga putusnya regenerasi itu terlalu jauh. Jadi ini menjadi PR kami, sebutnya.

Rahardian Juniardi juga jelaskan, dalam momentum Hari Pendidikan Nasional kemarin Presiden RI melalui peringatan yang digelar secara virtual, melalui Menpora menyampaikan, bahwa di Indonesia harus mereview total sistem keolahragaan. Oleh karena itu maka ditindak lanjuti oleh Menpora bahwa untuk menciptakan prestasi olahraga itu tidak lagi dadakan, tapi harus by design.

“Jadi rancangan ini termasuk kaitannya dengan sistem keolahragaan di kota Probolinggo. Ini sistemnya kami buat tentu perlu sinergitas dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” terang Rahardian.

“Dalam kesempatan itu Rahardian juga menyampaikan pesan dari Bapak Wali kota Probolinggo, bahwa prestasi olahraga bukanlah medali, tapi bagaimana membuat generasi muda kota Probolinggo bisa melakukan kegiatan yang positif. Kemudian bisa membawa nama harum kota Probolinggo dengan prestasi,” sambungnya.

Selama ini, kata Rahardian, yang jadi kendala setelah lepas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ada kecenderungan ego sektoral berjalan sendiri-sendiri. Atlet tidak bisa berprestasi karena masih terbebani oleh akademisnya di sekolah.

“Nah ini yang nanti kami musyawarahkan, kami juga berorientasi bagaimana kerjasamanya supaya agar hal hal seperti itu tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Menurut Rahardian, desain olahraga nasional bukan saja olahraga yang dipertandingkan. Istilahnya berprestasi secara keolahragaan tetapi termasuk juga pariwisata (tourism).

“Jadi kaitannya itu sudah kompleks dan Olahraga adalah suatu industri. Seperti yang disampaikan oleh Kemenpora. Sehingga kami yang didaerah ya harus mengikuti,” jelas Rahardian Juniardi.

Menanggapi rencana MoU kerjasama tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo HM Maskur menyampaikan, KONI kalau tidak ada sasaran juga susah. Kita pun di dunia pendidikan sebagai sasaran kalau tidak ada yang membina atau yang melatih juga susah. Jadi kita sama sama saling punya kepentingan, tidak bisa dipisahkan antara KONI dengan dunia pendidikan.

“Karena didalam dunia pendidikan juga tidak lepas dari olahraga. Jadi kita harus ada sinergitas kerjasama yang baik dalam rangka untuk meningkatkan keolahragaan. Dalam hal bagaimana yang harus kita bentuk kerjasamanya dulu yang kita sampaikan, terutama adalah prestasi anak anak kita itu dibidang olahraga perlu mendapatkan perhatian,” ujar Maskur.

Maskur sampaikan, dalam kerjasamanya itu nanti apakah KONI dengan Wali kota apa KONI dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ini harus jelas dulu, namun yang jelas harus ada kerjasama.

Artinya begini, nanti proses pengenalan cabor pada anak usia dini, kemudian pembibitan, pembinaan inikan ranah KONI yang punya sasaran. Selanjutnya anak-anak kita yang punya prestasi setelah lulus dari SD/SMP itu mau dilanjutkan dimana. Ini contoh kerjasamanya, sehingga KONI bisa memantau.

“Jadi nanti poin pertama dalam rangka kerjasama itu kita sempurnakan lagi, kita perbarui bentuk kerjasama KONI dengan Dinas Pendidikan atau kepada Bapak Wali Kota. Kemudian pihak ke satu dan pihak kedua itu nanti bagaimana dengan pelaksanaan proses penandatanganan kerjasamanya,” tandas Maskur.

Dalam audensi tersebut Ketua Umum KONI Kota Probolinggo, Rahardian Juniardi juga menyampaikan, bahwa KONI dalam rangka mencari bibit-bibit atlet ada program peningkatan pelatihan khususnya pelatih, dan ini memang ranahnya KONI. Dan anggaran sudah disediakan. Disamping itu juga ada perhatian dari Pemerintah Kota Probolinggo.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *