Janda Korban Konflik Aceh Pertanyakan Sisa Dana Diyat

oleh
Acara Silaturrahmi Aneuk Syuhada Korban Konflik dengan Utusan Wali Nanggroe di Pante Bidari.

ACEH TIMUR, Senin (24/02/2020) suaraindonesia-news.com – Sejumlah janda korban konflik Aceh pertanyakan sisa dana diyat yang di janjikan sebesar Rp 65 juta oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA), sedangkan yang telah di salurkan dana diyat pertahun 3 juta dari tahun 2007 – 2009 sedang sisanya sampai hari ini belum ada kejelasan.

Hal itu di ungkapkan beberapa janda dan anak yatim korban korflik dalam acara silaturrahmi dengan utusan Wali Nanggroe Teungku Harun di aula Rumah Makan Nazira Dua Desa Pante Panah Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur. Senin (24/02).

Nazmah istri Alm Abdurrahman alias Pang Jareung kombatan GAM dari Sagoe Pante Bidari yang meninggal saat bertempur sampai saat ini belum mengetahui makam nya.

“Soalnya pemberian dana diyat di janjikan 65 juta, sedangkan yang baru saya terima 9 juta dari tahun 2007 Rp 3 juta tahun 2008 Rp 3 juta dan tahun 2009 Rp 3 juta,” ungkapnya.

Juliana istri alm Mawardi juga menyampaikan keluhan kehidupannya saat ini sangat menderita terutama untuk biaya kebutuhan pendidikan sekolah anak-anak.

“Selama ini kami biayai untuk pendidikan anak kami terpaksa harus berkerja menjadi buruh tani, kami tidak tau kemana harus mengadu,” ujarnya dengan linangan air mata.

Sementara Khaidir bin Rusli mengatakan bahwa ia hanya mendengar ada bantuan dana untuk korban konflik.

“Tapi kami tak pernah merasakannya, yang kami tau ada hak untuk orang tua kami tapi di mana,” tanya anak Alm. Rusli alias Atoek yang tertembak tahun 2002.

Ia berharap Wali Nanggroe dan Pimpinan GAM bisa turun melihat nasib korban konflik janda, anak yatim, secara langsung.

Sementara Ketua BRA Muhammad Yunus, saat hendak dikonfirmasi melalui telpon selular namun tidak aktif.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *