Jamu Herbal Mak Nyak Kini Lebih Menarik

oleh -131 views
Produk jamu tradisional Rumah Herbal Mak Nyak. (Foto: Istimewa)

JEMBER, Sabtu (3/4/2021) suaraindonesia-news.com – Kelompok akademisi dari Universitas Muhammadiyah (UM) Jember melakukan pemberdayaan pada usaha kecil menengah (UKM) Rumah Herbal Mak Nyak dengan produk utama jamu tradisional. Rumah herbal ini merupakan usaha bersama kelompok ibu-ibu di Dasa Wisma Ashter Dahlia dengan tempat produksi berlokasi di Perum Bumi Tegal Besar Blok DI Nomor 26, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Adapun kelompok akademisi UM Jember yang melakukan pendampingan tersebut di antaranya, Fefi Nurdiana Widjayanti, S.P., M.P (Dosen Fakultas Pertanian), Trias Setyowati, S.E, M.M (Dosen Fakultas Ekonomi), Zainur Rahman dan Cevin Hadiansyah (mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian).

Fefi Nurdiana Widjayanti mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi memunculkan kebutuhan untuk selalu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, Jamu tradisional (herbal medicine) sebagai salah satu bentuk pengobatan tradisional, memegang peranan penting dalam pengobatan penduduk di negara berkembang khususnya Indoneaia.

“Jamu yang diproduksi oleh kelompok ibu-ibu yang tergabung Rumah Herbal Mak Nyak ini di antaranya, jamu temulawak, jamu kunir asem dan jamu beras kencur, terbuat dari bahan dasar empon empon yang tersedia cukup melimpah di Kabupaten Jember,” ungkap Fefi, Sabtu (3/4/2021).

Proses Pembuatan Produk jamu tradisional Rumah Herbal Mak Nyak. (Foto: Guntur Rahmatullah/SI)

Dia menemukan sejumlah kekurangan yang dialami UKM ini di antaranya, masih menggunakan gelas dalam penjualan jamu, pemasaran yang masih konvensional secara door to door, label masih belum ada, belum dapat menghitung keuangan dan membuat laporan keuangan sederhana.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan sejumlah solusi di antaranya bantuan pembelian botol kemasan untuk perbaikan packaging agar lebih hiegenis dalam penjualan, pelatihan dan pendampingan sistem pemasaran, labelisasi kemasan, pendampingan dan pelatihan manajemen keuangan.

“Setelah kita dampingi, produk jamu tradisionalnya sekarang lebih menarik, system pemasarannya secara online juga sehingga bisa menjangkau lebih luas lagi, dan yang paling penting juga manajemen keuangan harus rapi. Semoga setelah kita damping, rumah herbal ini bisa lebih maju lagi ke depannya,” harap dia.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *